Selain inspirasi dari Tesla, situs pusat data Meta di Ohio ini juga ditenagai oleh 200 megawatt turbin gas modular yang terpasang di dekatnya. Taktik penggunaan turbin gas modular ini merupakan metode populer yang sebelumnya banyak dipakai oleh xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, yang juga merupakan pendiri Tesla. Ini menunjukkan bahwa Meta tidak hanya belajar dari satu sumber, tetapi mengambil strategi terbaik dari para pemain kunci di industri teknologi.
Di dalam tenda-tenda yang tampak sederhana dari luar ini, miliaran dolar chip AI akan bekerja keras memproses data dan menjalankan algoritma kompleks. Ini adalah jantung dari ambisi Meta untuk mengembangkan model-model AI yang lebih cerdas dan responsif. Keberadaan chip-chip tersebut dalam fasilitas tenda ini menegaskan bahwa fungsionalitas dan kecepatan lebih diutamakan ketimbang kemegahan bangunan permanen.
Pembangunan pusat data kilat ini terjadi di tengah tantangan yang dihadapi Meta dalam merilis model-model AI-nya kepada para pengembang. Sebuah laporan terbaru dari The Wall Street Journal menemukan bahwa model terbaru Meta, Muse Spark, sebenarnya sudah selesai. Namun, Antarmuka Pemrograman Aplikasi (API) yang sangat diandalkan oleh para pengembang untuk mengakses model tersebut, berulang kali mengalami penundaan. Hal ini tentu saja menghambat kemajuan Meta di sektor AI, dan strategi tenda menjadi upaya untuk mengejar ketertinggalan.
Meta sendiri telah menyatakan niatnya untuk menginvestasikan hingga 145 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.320 triliun (dengan kurs perkiraan Rp 16.000/USD) untuk pusat data dan belanja modal lainnya. Angka fantastis ini tidak disukai oleh Wall Street, yang tercermin dari penurunan saham Meta sebesar 5% tahun ini. Dengan demikian, menempatkan chip AI di dalam tenda merupakan salah satu cara Meta untuk memangkas anggaran besar tersebut, sekaligus mempercepat implementasi infrastruktur vital untuk AI.
Langkah Meta ini menunjukkan betapa krusialnya kecepatan dan efisiensi dalam perlombaan AI global. Dengan meniru taktik 'serba cepat' dari pemain besar lain seperti Tesla dan xAI, Meta berharap bisa membangun fondasi AI-nya tanpa terbebani oleh proses konstruksi yang lamban dan biaya yang membengkak, demi mencapai tujuan ambisius mereka di masa depan teknologi.