Untuk Kamu yang Capek Terus Meratapi Luka Lama, Sudah Waktunya Menatap ke Depan dan Berjalan Berdampingan Bersamanya

Capek nggak sih, tiap kali mau melangkah jauh, rasanya kayak ada beban di kaki yang narik kamu buat noleh ke belakang terus?
Wajar kok kalau kamu merasa masa lalu itu kayak hantu yang nggak mau pergi, tapi percaya deh, kamu nggak sendirian di posisi ini karena hampir semua orang punya sampah yang sebenarnya ingin mereka buang jauh-jauh. Kita sering terjebak dalam pikiran sendiri, mengulang-ulang memori yang sebenarnya sudah tidak punya tempat lagi di hari ini.
Masa Lalu Itu Sudah Habis
Dulu mungkin ada yang pernah bikin kamu hancur berkeping-keping sampai rasanya sulit buat percaya lagi pada siapa pun yang datang mendekat. Kamu menghabiskan malam dengan bertanya-tanya apa yang salah, padahal jawabannya tidak pernah benar-benar penting lagi untuk hidupmu yang sekarang. Menangisi apa yang sudah hilang hanya akan menguras energimu yang seharusnya bisa dipakai buat mencintai orang yang ada di depan mata.
Sudah tidak ada lagi sesuatu yang tertinggal di sana, jadi berhenti mencari alasan buat kembali menoleh.
Aku pun pernah ada di titik itu, duduk diam di kafe sendirian sambil mikir kenapa hal buruk harus terjadi sama aku berkali-kali. Ternyata, nengok ke belakang cuma bikin leher pegal dan hati makin sempit, tanpa bisa mengubah satu detik pun kejadian yang sudah lewat.
Bayangkan kalau kamu terus-terusan memegang bara api yang sudah padam, kamu nggak akan bisa memegang tangan orang lain yang mau memberimu kehangatan baru. Dia yang sekarang ada di sampingmu tidak layak mendapatkan sisa-sisa kesedihanmu yang sudah basi. Dia berhak mendapatkan kamu yang utuh, yang sudah siap untuk membangun sesuatu yang lebih indah dan nyata.
Kita Terima Sampah Masing-masing, Ya?
Pasangan yang hebat bukan yang nggak punya masa lalu, tapi yang bisa saling terima tanpa banyak tanya atau protes soal apa yang sudah terjadi.
Kamu nggak perlu jadi sosok sempurna tanpa cela buat layak dicintai secara ugal-ugalan oleh dia yang sekarang mendampingimu. Cukup akui saja kalau kita semua pernah salah, pernah jatuh di lubang yang sama, dan pernah memberikan hati kita pada orang yang tidak tahu cara menjaganya.
Pernah nggak kamu merasa takut kalau dia tahu sisi gelapmu, dia bakal berubah pikiran dan pergi meninggalkanmu sendirian lagi? Padahal, kalau dia benar-benar pasangan yang baik, dia akan melihat bekas lukamu sebagai bagian dari kekuatan yang membentukmu jadi orang sehebat sekarang. Kita semua punya tas bawaan masing-masing, dan tugas kita sekarang adalah membantu satu sama lain agar tas itu terasa lebih ringan saat dibawa berjalan berdua.
Berhenti mempermasalahkan siapa yang pernah ada di hidupnya dulu, karena yang paling penting adalah siapa yang dia pilih untuk menemani hari-harinya sekarang.
Fokus Sama Genggaman Tangan Ini
Sekarang yang paling penting itu gimana cara kita jalan berdua tanpa harus sering-sering nengok kaca spion yang cuma menunjukkan jalanan yang sudah kita lewati.
Masa depan itu kayak kertas kosong yang lagi kita pegang ujungnya bareng-bareng, menunggu untuk ditulis dengan cerita yang baru dan lebih seru. Kita bisa menulis apa pun di sana, tanpa perlu pakai tinta dari luka lama yang seharusnya sudah mengering dan hilang ditelan waktu.
Ayo kita bangun sesuatu yang benar-benar baru, yang cuma ada aku dan kamu di dalamnya tanpa gangguan bayang-bayang orang lain. Nggak perlu lagi ada drama soal mantan atau kegagalan yang dulu, karena yang berharga itu ya setiap detik perjalanan kita mulai saat ini juga.
Genggam tangan dia lebih erat, karena kalian punya banyak sekali hal indah buat dikejar di depan sana daripada sekadar meratapi apa yang sudah hancur. Percayalah, masa depan yang kalian bangun berdua jauh lebih berharga daripada semua memori menyakitkan yang pernah singgah di hidup kalian masing-masing.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5274523/original/070033900_1751775109-niko.jpg)





