Kritik Tajam Niko Kovac terhadap Jeda Internasional yang Menguras Fisik Pemain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5274523/original/070033900_1751775109-niko.jpg)
Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac, melontarkan kritik keras terkait durasi jeda internasional yang berlangsung sepanjang September hingga Oktober ini. Ia menilai jadwal kompetisi yang terlalu panjang berdampak buruk pada kondisi fisik pemain.
Empat pertandingan yang harus dilalui pemain selama jeda tersebut dianggap berlebihan. Kovac secara terbuka menyatakan keberatannya saat berbicara dalam konferensi pers pada Rabu waktu setempat.
Kondisi ini menempatkan klub dalam posisi sulit menjelang laga kontra Werder Bremen pada Jumat mendatang. Pertandingan ini menjadi ujian perdana bagi Dortmund setelah kompetisi liga sempat vakum selama tiga pekan akibat agenda Nations League, yakni turnamen antarnegara anggota UEFA yang sering kali memicu perdebatan terkait kepadatan jadwal pemain klub.
Kovac menyoroti beban perjalanan jauh yang harus ditempuh pemain untuk memenuhi panggilan tim nasional. Menurutnya, masalah ini semakin pelik karena Dortmund memiliki kedalaman skuad yang relatif terbatas.
Banyaknya agenda internasional membuat para pemain menghabiskan lebih banyak waktu di pesawat daripada di lapangan latihan. Situasi tersebut pun terbukti memengaruhi kesiapan teknis tim di markas latihan.
Dampak langsung kini mulai dirasakan oleh jajaran pelatih Dortmund. Beberapa pemain seperti Konstantinos Karetsas dan Daniel Svensson terpaksa menepi setelah kembali dari timnas dalam kondisi terserang flu.
Pemain lainnya, Ramy Bensebaini, dilaporkan masih dalam perjalanan pulang dari Afrika pada Rabu. Sementara itu, Mathis Albert baru dijadwalkan tiba dari Amerika Serikat pada Kamis, menyisakan waktu yang sangat minim untuk pemulihan sebelum pertandingan liga dimulai.
Selain masalah kebugaran, tim medis Dortmund juga harus memantau kondisi Julian Ryerson yang mengalami cedera akibat benturan keras saat berlaga. Status Nico Schlotterbeck pun belum dipastikan hingga waktu latihan terakhir sebelum laga melawan Bremen.
Kovac menekankan bahwa persoalan utama bukan sekadar pemain yang jatuh sakit atau menderita cedera. Kehilangan ritme permainan selama dua setengah pekan merupakan kerugian besar bagi tim yang sedang dalam tren positif.
Sebelum jeda ini, Dortmund mengawali musim dengan catatan impresif melalui empat kemenangan beruntun. Kovac khawatir performa apik tersebut akan terganggu akibat terputusnya jadwal pertandingan domestik yang panjang.
Di sisi lain, Kovac tetap mencoba bersikap objektif terhadap kebutuhan pelatih tim nasional. Ia menyadari bahwa setiap pelatih negara memiliki tuntutan untuk meraih kemenangan, sehingga penggunaan pemain kunci selama 90 menit penuh dianggap sebagai konsekuensi logis.
Namun, sang juru taktik berusia 54 tahun tersebut bersikeras bahwa intensitas jeda internasional saat ini perlu ditinjau ulang. Baginya, kesejahteraan pemain harus menjadi prioritas utama di tengah padatnya kalender sepak bola modern saat ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor











![Microsoft Perkenalkan Port USB-C Magnetik, Mengapa Baru Sekarang? Why did it take so long for someone to make a magnetic USB-C port? [Video]](https://cdn.beritana.com/media/2026/10/why-did-it-take-so-long-for-someone-to-make-a-magnetic-usb-c-port-video.webp)

