Aksi Matteo Guendouzi Picu Kerusuhan Usai Fenerbahce Singkirkan Lyon di Liga Champions

Gelandang Fenerbahce, Matteo Guendouzi, terlibat dalam insiden kerusuhan besar menyusul kemenangan timnya atas Lyon di laga playoff Liga Champions.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Groupama, Prancis, pada Rabu malam tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Fenerbahce. Hasil ini memastikan wakil Turki itu melaju ke fase grup dengan keunggulan agregat 3-2.
Kericuhan pecah tepat setelah peluit panjang dibunyikan. Guendouzi tertangkap kamera melakukan selebrasi yang memancing amarah pendukung serta pemain tuan rumah di dalam lapangan.
Baca Juga:
- Belanja Pemain Rp7 Triliun, Tottenham Hotspur Kalah Telak dari Brentford
- Kondisi Rumput GBLA Rusak Parah, Persib Bandung Pindahkan Laga ACL 2 ke Si Jalak Harupat
- Jannik Sinner Mundur dari US Open 2026, Cedera Lutut Jadi Penghalang Utama
Pemain berusia 27 tahun itu melakukan gestur tangan Jul, sebuah simbol yang dipopulerkan oleh rapper asal Marseille. Sebagai informasi, Marseille merupakan rival abadi bagi Lyon di kancah sepak bola domestik Prancis, sehingga simbol tersebut dianggap sebagai bentuk provokasi langsung.
Situasi memanas dengan cepat ketika suporter Lyon melontarkan cacian, yang kemudian direspons dengan keributan fisik di lapangan hingga lorong ruang ganti pemain. Staf pelatih dari kedua kubu terpaksa turun tangan untuk melerai ketegangan sebelum suasana menjadi lebih buruk.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor













