Belanja Pemain Rp7 Triliun, Tottenham Hotspur Kalah Telak dari Brentford

Klub raksasa London Utara, Tottenham Hotspur, menelan pil pahit pada laga pembuka Liga Inggris musim 2026/2027 setelah takluk dengan skor mencolok dari Brentford. Hasil buruk ini menjadi tamparan keras mengingat manajemen klub telah menggelontorkan dana fantastis di bursa transfer musim panas.
Bertanding di Gtech Community Stadium pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam WIB, Tottenham Hotspur dipaksa menyerah dengan skor telak 0-3 tanpa balas.
Tiga gol kemenangan tim tuan rumah masing-masing dicetak oleh Keane Lewis-Potter, Vitaly Janelt, dan Joshua Kayode. Brentford bahkan nyaris memperlebar keunggulan andai eksekusi penalti Igor Thiago tidak melenceng dari sasaran. Sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan, armada asuhan Roberto De Zerbi tampak kesulitan keluar dari tekanan spartan yang diperagakan oleh kubu lawan.
Baca Juga:
- Piala AFF 2026: Thailand Optimistis Bangkit usai Kalah dari Vietnam
- Sanksi MLS untuk Lionel Messi Akibat Konflik di Lapangan
- Duel Sengit Semifinal Kejuaraan Dunia 2026: Amri/Nita vs Feng/Huang
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi mutlak Brentford yang melepaskan delapan tembakan tepat sasaran. Sebaliknya, Tottenham Hotspur hanya mampu mencatatkan empat tembakan akurat yang mengancam gawang tuan rumah.
Kekalahan ini terasa sangat ironis jika melihat manuver agresif Tottenham Hotspur di bursa transfer yang menghabiskan dana mencapai 300 juta Poundsterling (sekitar Rp7 triliun).
Manajemen klub telah mendatangkan sejumlah nama besar seperti Sandro Tonali, Matheus Fernandes, hingga bek tangguh Jan Paul van Hecke untuk memperkuat skuad. Mereka juga masih dikabarkan aktif memburu tanda tangan penyerang sayap PSV Eindhoven, Cody Gakpo, serta talenta muda Savinho. Namun, kehadiran para bintang baru ini belum mampu memberikan dampak instan pada pola permainan tim di lapangan.
Manajer Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, tidak bisa menutupi kekecewaannya dan mengakui performa anak asuhnya berada di bawah standar. Ia menyebut timnya kalah kelas dalam mengantisipasi permainan fisik lawan yang sangat dominan sejak menit pertama.
"Ini adalah laga yang buruk, kami kalah dalam setiap duel perebutan bola di lapangan," ujar De Zerbi kepada BBC seusai pertandingan.
Pelatih asal Italia tersebut menambahkan bahwa koordinasi taktis timnya tidak berjalan baik dan Brentford tampil jauh lebih siap secara kolektif. Ia juga menyoroti kondisi fisik para pemainnya yang dinilai belum pulih seutuhnya selepas berpartisipasi dalam turnamen internasional. Kendati demikian, mantan arsitek Brighton tersebut enggan menjadikan faktor kelelahan fisik sebagai alasan utama atas hasil buruk ini.
"Kondisi fisik beberapa pemain memang belum kembali ke level terbaik karena banyak yang bermain di Piala Dunia, tetapi itu bukan alasan bagi kami untuk tampil seperti ini. Kami harus segera melakukan evaluasi mendalam dan menganalisis semua kesalahan yang terjadi," tutur De Zerbi menambahkan.
Sebagai penutup, pelatih berusia 47 tahun itu menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para pendukung setia The Lilywhites yang hadir langsung di stadion.
Ia menegaskan bahwa tim sedang berada dalam fase awal proyek transisi taktis yang membutuhkan waktu untuk menyatu secara utuh. Para pendukung kini menaruh harapan besar agar pembenahan instan segera terlihat pada laga berikutnya guna menjaga asa bersaing di papan atas. Tantangan berat kini berada di pundak De Zerbi untuk membuktikan bahwa investasi Rp7 triliun tersebut tidak berakhir sia-sia.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor











