Aksi Protes Mahasiswa di Prancis Munculkan Slogan Kontroversial Berbahasa Arab

Gelombang protes mahasiswa yang mengguncang Prancis baru-baru ini menyisakan tanda tanya besar bagi publik.
Para demonstran kedapatan membawa spanduk bertuliskan kalimat, Bismillah, c’est les ténèbres. Slogan ini menjadi pusat perhatian karena memadukan bahasa Arab dengan bahasa Prancis secara tidak lazim.
Jika diterjemahkan secara harfiah, frasa tersebut berarti, Dengan nama Tuhan, ini adalah kegelapan. Penggunaan istilah religius dalam konteks aksi jalanan sekuler di Eropa sering kali memicu perdebatan mengenai identitas dan pesan politik yang ingin disampaikan generasi muda saat ini.
Sebagian pengamat menilai slogan ini bukan sekadar kalimat religius biasa.
Banyak ahli sosiologi melihat ungkapan tersebut sebagai bentuk sinisme generasi Z terhadap kondisi politik Prancis yang sedang tidak menentu. Kegelapan yang dimaksud dalam spanduk merujuk pada rasa frustrasi mendalam mahasiswa terhadap prospek masa depan mereka di tengah kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada kaum muda.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran retorika dalam gerakan sosial di Prancis. Sebelumnya, aksi mahasiswa biasanya diisi oleh narasi hak asasi manusia atau isu ekonomi klasik seperti kenaikan biaya hidup.
Sekarang, narasi tersebut mulai bercampur dengan elemen budaya populer dan identitas lintas agama. Penggunaan istilah Bismillah oleh mahasiswa yang belum tentu berlatar belakang religius menunjukkan bagaimana pengaruh budaya Timur telah meresap ke dalam dialek politik jalanan di Paris.
Kondisi ekonomi Prancis sendiri memang sedang berada dalam tekanan cukup berat. Inflasi tinggi yang melanda Eropa telah mendorong harga kebutuhan pokok meningkat tajam, bahkan mencapai kenaikan rata-rata di atas 5 persen atau setara dengan penambahan biaya hidup ribuan euro bagi mahasiswa per tahun.
Banyak mahasiswa merasa bahwa institusi pendidikan dan pemerintah telah gagal memberikan perlindungan sosial yang memadai bagi mereka. Rasa putus asa ini kemudian disalurkan melalui simbol-simbol yang provokatif dan menggugah rasa penasaran publik.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor
















