Aksi Unjuk Rasa Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Yogyakarta Berujung Ricuh

Aksi demonstrasi yang menyoroti evaluasi dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Yogyakarta berakhir dengan kericuhan. Para peserta aksi yang memadati sejumlah titik strategis di pusat kota tersebut terlibat gesekan fisik dengan pihak keamanan saat massa mencoba mendekati area terlarang.
Situasi memanas ketika massa pengunjuk rasa mulai melakukan tindakan provokatif di depan barikade petugas kepolisian.
Gelombang demonstrasi ini digerakkan oleh berbagai elemen masyarakat sipil dan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi lintas organisasi. Mereka menyuarakan keresahan mengenai kebijakan publik yang dinilai belum menyentuh akar permasalahan ekonomi serta isu penegakan hukum yang menjadi fokus utama dalam catatan dua tahun pemerintahan.
Ketegangan mencapai puncaknya menjelang petang setelah negosiasi antara perwakilan pengunjuk rasa dan aparat kepolisian menemui jalan buntu.
Lemparan benda keras dan petasan mulai menghujani barisan petugas di tengah kerumunan yang semakin tidak terkendali. Aparat kemudian mengambil tindakan tegas dengan menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan massa yang mulai bertindak anarkis di area sekitar Malioboro, ikon wisata utama di Yogyakarta yang sering menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Sebagian pengunjuk rasa sempat memprotes penggunaan kekuatan berlebih yang dilakukan oleh petugas di lapangan.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor















