
Mantan penyerang legendaris Inggris, Alan Shearer, meragukan kemampuan Jurgen Klopp untuk membangkitkan kembali kejayaan Timnas Jerman di panggung sepak bola dunia. Shearer menilai masalah utama raksasa Eropa tersebut bukan terletak pada sektor kepelatihan, melainkan pada krisis regenerasi pemain berkualitas.
Ekspektasi publik Jerman sangat tinggi saat Klopp ditunjuk sebagai pelatih kepala, tetapi realita di lapangan berkata sebaliknya.
Sejatinyanya performa Die Mannschaft masih jauh dari memuaskan sejak ditangani mantan manajer Liverpool tersebut. Dari empat pertandingan di ajang UEFA Nations League, kompetisi antarnegara Eropa yang diadakan setiap dua tahun, mereka baru mencatatkan satu kemenangan. Hasil imbang tanpa gol melawan Yunani pada awal Oktober semakin memperpanjang catatan buruk ini.
Media lokal Jerman bahkan tidak segan memberikan kritik tajam dengan menyebut permainan tim nasional mereka ceroboh dan rapuh. Publik kini mulai mempertanyakan apakah Klopp benar-benar figur yang tepat untuk mengembalikan mental juara sang juara dunia empat kali.
Shearer melihat kegagalan ini sebagai dampak langsung dari menurunnya kualitas individu para pemain Jerman saat ini.
"Saya tidak berpikir mereka memiliki banyak pemain hebat sekarang," ujar Shearer saat berbicara kepada media taruhan Betfair. Menurut analisisnya, Jerman saat ini hanya memiliki satu atau dua pemain dengan kemampuan individu yang benar-benar menonjol. Ia menambahkan bahwa dirinya akan sangat terkejut jika Klopp mampu membawa tim ini kembali ke level tertinggi dalam waktu dekat.
Krisis prestasi sepak bola Jerman sebenarnya telah berlangsung sejak kegagalan beruntun mereka di fase grup Piala Dunia 2018 dan 2022. Jerman yang dahulu dikenal dengan kolektivitas dan mental baja seakan kehilangan identitas setelah generasi juara tahun 2014 pensiun.
Negara-negara seperti Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina kini melesat jauh karena memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. Di mata Shearer, kesenjangan kualitas materi pemain inilah yang membuat pekerjaan Klopp menjadi sangat berat. Pelatih sehebat apa pun diyakini akan kesulitan jika tidak didukung oleh pasokan talenta berbakat yang merata.
Klopp membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang dari perkiraan banyak orang untuk meremajakan skuad ini.
Ujian terdekat bagi Klopp adalah membawa Jerman melangkah jauh di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030 mendatang. Sebelum mencapai target jangka panjang tersebut, ia harus terlebih dahulu membenahi stabilitas taktik pertahanan yang dinilai sangat rapuh.
Dalam waktu dekat, Jerman dijadwalkan menghadapi Serbia pada laga lanjutan Nations League. Pertandingan ini menjadi sangat menentukan karena kemenangan akan memastikan tiket mereka ke babak perempat final. Laga tersebut sekaligus menjadi pembuktian bagi Klopp untuk menjawab segala keraguan yang dialamatkan kepadanya.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor