Ramaswamy: Dari Jurus Crypto ke Kampanye Gubernur Ohio yang Hening

Pencalonan Vivek Ramaswamy sebagai Gubernur Ohio menampilkan sebuah narasi politik yang menarik sekaligus membingungkan bagi para pemilih. Dua tahun lalu, saat ia bersaing merebut nominasi Partai Republik untuk pemilihan presiden 2024, Ramaswamy tak henti-hentinya memuji keunggulan mata uang kripto. Ia kerap menyelipkan pujian untuk Bitcoin (BTC) dan operasi penambangan token dalam pidato-pidatonya, sekaligus tegas menentang mata uang digital bank sentral (CBDC).
Kini, dalam pencalonannya sebagai gubernur Ohio, Ramaswamy terlihat menahan diri untuk tidak menjadikan aset digital sebagai isu sentral kampanyenya. Sikap ini kontras dengan eksposur substansial yang dimilikinya terhadap investasi kripto dan kepentingan negara bagian Ohio, yang dijuluki 'Buckeye State'.
Selama kontestasi presiden 2024, Ramaswamy secara konsisten menyuarakan penolakan terhadap CBDC, memuji Bitcoin dan operasinya, serta sering hadir sebagai pembicara utama di berbagai acara industri kripto. Ia bahkan sempat ditunjuk oleh Donald Trump untuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) bersama Elon Musk, meskipun ia tidak pernah secara resmi menjadi bagian dari administrasi tersebut.
Sebelum mengumumkan pencalonannya sebagai gubernur Ohio pada Februari 2025, Ramaswamy sempat mengunggah dukungan untuk RUU 'Ohio Strategic Cryptocurrency Reserve Act', sebuah inisiatif legislatif negara bagian yang akan memungkinkan pembentukan cadangan strategis Bitcoin. Tak berhenti di situ, pada September 2025, Strive, manajer aset yang ia dirikan bersama pada 2022, mengumumkan rencana untuk memasuki pasar aset digital dengan peluncuran Bitcoin Bond ETF, yang berfokus pada obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan pengakuisisi BTC.
Saat Cointelegraph berusaha menghubungi tim kampanye Ramaswamy untuk wawancara, tidak ada tanggapan yang diterima.
Setelah peluncuran resmi kampanyenya, Ramaswamy sempat melanjutkan retorika yang sama seperti saat ia mencalonkan diri sebagai presiden. Ia bahkan tampil di konferensi 'Bitcoin for America' pada Maret dan 'Bitcoin 2025' di bulan Mei.
Situs web kampanyenya menerima donasi dalam bentuk kripto. Ia juga mendapatkan dukungan finansial dari para pendiri perusahaan kripto keluarga Trump, World Liberty Financial, yaitu Chase Herro, Zak Folkman, dan Zachary Witkoff, yang masing-masing menyumbang jumlah maksimal yang diizinkan sebesar USD 16.615 (sekitar Rp 269 juta).
Entitas lain yang terafiliasi dengan industri kripto juga telah menyumbangkan jutaan dolar kepada komite aksi politik super (Super PAC) Ramaswamy, 'V-PAC: Victors, Not Victims'. Sumbangan signifikan termasuk USD 20 juta (sekitar Rp 324 miliar) dari Jeff Yass, salah satu pendiri Susquehanna International Group; USD 6 juta (sekitar Rp 97 miliar) dari Ross Stevens, pendiri NYDIG; USD 5 juta (sekitar Rp 81 miliar) dari miliarder Elon Musk; serta USD 5.000 (sekitar Rp 81 juta) dari Bitcoin Voter Project.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor














