Alat Peretas Cellebrite Diduga Dipakai Rusia Lawan Oposisi Meski Hubungan Diputus

Otoritas Rusia diduga menggunakan teknologi buatan perusahaan forensik siber Cellebrite untuk meretas ponsel seorang tokoh oposisi politik terkemuka saat dalam tahanan. Dugaan ini muncul dalam sebuah laporan baru, memicu pertanyaan serius mengenai kemampuan perusahaan teknologi Barat mengontrol penggunaan produk mereka setelah berada di pasaran, terutama setelah Cellebrite menyatakan telah memutuskan hubungan dengan pemerintah Rusia.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan teknologi mana pun yang menjual produknya kepada pemerintah. Cellebrite, perusahaan asal Israel dengan kantor pusat kedua di Virginia yang menjual alatnya ke berbagai pemerintahan di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, sebelumnya telah mengumumkan akan berhenti menyediakan perangkat keras dan lunak untuk Rusia.
Namun, Cellebrite tampaknya tidak sepenuhnya merealisasikan atau tidak mampu melaksanakan komitmen tersebut. Para peneliti di The Citizen Lab, kelompok hak digital berbasis di University of Toronto, menemukan bukti bahwa unit investigasi pemerintah Rusia menggunakan perangkat peretas ponsel Cellebrite untuk membobol iPhone milik aktivis hak asasi manusia dan politikus oposisi lokal, Andrey Pivovarov, pada Juni 2021.













