Alberta Gelar Referendum Kemerdekaan, Tekanan Politik bagi Pemerintah Kanada

Provinsi penghasil minyak Alberta di Kanada sedang menggelar pemungutan suara dalam referendum yang menentukan apakah wilayah tersebut harus memulai proses menuju kemerdekaan penuh. Meskipun hasil akhir diprediksi tetap mendukung keutuhan Kanada, agenda ini mencerminkan keresahan ekonomi dan politik yang kian meluas di wilayah tersebut.
Tempat pemungutan suara dibuka mulai pukul 09.00 waktu setempat di ibu kota provinsi, Edmonton, pada Senin pagi. Pintu kotak suara akan ditutup pada pukul 20.00 malam waktu setempat.
Survei menunjukkan bahwa mayoritas penduduk kemungkinan besar akan menolak gagasan pemisahan diri ini. Namun, para analis mencatat bahwa sekitar sepertiga pemilih diperkirakan akan memberikan suara dukungan terhadap proposal kemerdekaan tersebut.
Gerakan separatis ini sebenarnya berharap bahwa dukungan yang signifikan dalam pemungutan suara kali ini mampu memberikan daya tawar lebih kuat kepada pemerintah provinsi saat berhadapan dengan Perdana Menteri Mark Carney di Ottawa. Mereka menginginkan perhatian lebih dari pemerintah federal terkait kebijakan energi dan alokasi anggaran nasional.
Alberta merupakan provinsi dengan luas wilayah hampir dua kali lipat Jerman, namun hanya dihuni sekitar 5 juta jiwa penduduk. Sebagian besar populasinya terpusat di dua kota utama, yakni Edmonton dan Calgary.
Pemerintahan provinsi saat ini dipimpin oleh Danielle Smith dari United Conservative Party, sementara pemerintahan nasional dikuasai oleh Partai Liberal pimpinan Mark Carney. Smith secara terbuka tidak mendukung kemerdekaan dan justru mendorong warganya untuk memilih bertahan bersama Kanada.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)











