Langkah Baru Anthropic Bagi Saham ke Publik, Elon Musk Respons Lewat SpaceX

Perusahaan pengembang kecerdasan buatan, Anthropic, mengumumkan komitmen besar dengan mengalokasikan 5 persen sahamnya ke dalam dana manfaat publik.
Keputusan ini diambil menjelang rencana penawaran saham perdana atau IPO perusahaan yang diprediksi berlangsung pada November mendatang. Valuasi perusahaan tersebut diperkirakan mencapai USD 2 triliun atau sekitar Rp31.000 triliun.
Angka 5 persen saham tersebut di atas kertas memiliki nilai sekitar USD 100 miliar atau setara Rp1.550 triliun. Meskipun demikian, dana ini bukan berupa uang tunai yang tersimpan di rekening bank, melainkan ekuitas perusahaan yang akan dikelola melalui entitas berbentuk perseroan terbatas.
Anthropic menyatakan langkah ini akan memberi fleksibilitas lebih besar dalam mendukung misi kemanusiaan. Mereka bisa memberikan donasi langsung kepada organisasi nirlaba tradisional atau mendistribusikan manfaat tersebut kepada kelompok masyarakat tertentu di masa depan.
Namun, masyarakat Amerika Serikat saat ini cenderung menunjukkan kecemasan terhadap laju perkembangan kecerdasan buatan. Survei AP-NORC pada September mencatat 64 persen orang dewasa di negara tersebut menganggap teknologi ini berkembang terlalu cepat.
Di sisi lain, Elon Musk memberikan respons cepat atas pengumuman Anthropic melalui akun media sosial X miliknya. Musk berjanji akan memberikan satu lembar saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika Serikat pada tahun depan.
Pemberian saham SpaceX ini diperkirakan bernilai sekitar USD 10,5 miliar atau sekitar Rp162 triliun dengan asumsi harga saham per lembar sebesar USD 147 (Rp2,2 juta). Musk mengklaim ini merupakan langkah pertama dari serangkaian inisiatif berbagi kekayaan yang akan ia lakukan.
Musk diduga akan memanfaatkan mekanisme rekening tabungan khusus anak atau Trump Accounts yang didukung Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk menyalurkan saham tersebut. Opsi ini dianggap lebih efisien daripada membentuk yayasan seperti yang dilakukan oleh pihak Anthropic.
Beberapa pihak menanggapi skeptis langkah Anthropic, termasuk mantan penasihat kecerdasan buatan Gedung Putih, David Sacks. Ia mempertanyakan efektivitas entitas yang dibentuk Anthropic dalam benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan publik.
Perdebatan ini mencuat di tengah persaingan ketat antar perusahaan pengembang model bahasa besar. Anthropic sendiri diketahui sering menyuarakan risiko bahaya dari teknologi yang mereka kembangkan sekaligus terus meluncurkan model tercanggih di pasar.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












