Analisis Dampak Kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara di Tengah Pengaruh Rusia

Presiden China Xi Jinping tiba di Pyongyang untuk memulai kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara yang pertama sejak 2019. Langkah diplomatik ini dilakukan saat pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, gencar mempererat kerja sama militer dan perdagangan dengan Rusia.
Hubungan bilateral kedua negara komunis ini telah berlangsung lama sejak berakhirnya Perang Korea pada 1953, dengan Beijing berperan sebagai penyokong dana utama bagi Pyongyang.
Melalui surat kabar resmi Korea Utara, Rodong Sinmun, Xi menegaskan bahwa persahabatan tradisional mereka tidak akan tergoyahkan oleh perubahan situasi internasional. Namun, kedekatan militer Pyongyang dengan Rusia dalam perang Ukraina membuat Beijing merasa perlu segera mengamankan pengaruhnya. Choo Jae-woo, profesor studi China dari Kyung Hee University, menilai bahwa Beijing merasa tertinggal dari pergerakan cepat Moskow dalam beberapa tahun terakhir.













