Analisis Wayne Rooney Terkait Kekalahan Manchester United dalam Derby Manchester

Manchester United menelan kekalahan tipis 0-1 dari tamunya Manchester City dalam laga pekan kelima Liga Utama Inggris di Stadion Old Trafford pada Minggu, 13 September 2026. Laga bertajuk derby Manchester ini diwarnai kartu merah gelandang tim tamu, Phil Foden, sejak menit ke-20 sebelum gol tunggal Erling Haaland memastikan kemenangan City.
Kekalahan Manchester United di hadapan pendukung sendiri ini memicu berbagai analisis taktis, termasuk dari sang legenda klub, Wayne Rooney.
Mantan kapten Setan Merah tersebut menilai bahwa penampilan anak asuh Erik ten Hag sebenarnya tidak terlalu mengecewakan pada paruh pertama laga. Rooney mengamati bahwa tim tuan rumah sempat mendominasi penguasaan bola dan menekan pertahanan lawan yang kekurangan satu pemain. Namun, situasi berubah ketika skuad United mulai sering melakukan pelanggaran tidak perlu yang memecah konsentrasi permainan mereka sendiri.
"Saya rasa Manchester United bermain lebih baik ketimbang City, dan mereka mendominasi pertandingan ini hingga pertengahan pertandingan," ujar Rooney dalam wawancara khusus dengan BBC Sports.
Rooney menambahkan bahwa kesalahan taktis terjadi saat pemain United memberikan banyak tendangan bebas kepada tim tamu. Hal tersebut secara otomatis memperlambat tempo permainan, sebuah skenario yang justru menguntungkan bagi taktik bertahan rapat Pep Guardiola. Setelah tempo melambat, armada Manchester City dinilai lebih mudah mengontrol ritme sisa pertandingan.
Gol penentu kemenangan yang dicetak oleh Erling Haaland juga mendapat perhatian dari mantan striker tim nasional Inggris tersebut. Rooney menyatakan bahwa gol penyerang asal Norwegia itu sebenarnya berbau offside dan seharusnya tidak disahkan oleh wasit.
"Gol Haaland memang seharusnya tidak disahkan karena gol itu offside," tutur pria yang kini aktif sebagai komentator sepak bola itu.
Pascaproduksi gol tersebut, Manchester City langsung merapatkan barisan pertahanan mereka dengan sangat disiplin untuk membendung serangan tuan rumah. Taktik bertahan yang diterapkan Pep Guardiola terbukti efektif dalam membatasi ruang tembak dan kreativitas para gelandang United. Alhasil, Setan Merah kesulitan menembus sepertiga akhir lapangan lawan sepanjang sisa babak kedua.
Rooney menilai United kehilangan akal untuk membongkar pertahanan lawan yang sangat rapat. "Mereka membatasi ruang gerak United, di mana mereka hanya bisa membuat satu peluang saja dan mereka sama sekali tidak menebar ancaman apa-apa," katanya.
Analisis ini menggambarkan kendala kronis yang kerap dihadapi Setan Merah saat menghadapi blok pertahanan rendah dari tim papan atas. Meski unggul jumlah pemain selama lebih dari 70 menit, sirkulasi bola yang lambat membuat keunggulan numerik tersebut menjadi sia-sia. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan minor United dalam beberapa pertemuan terakhir melawan tetangga sekota mereka di kompetisi domestik.
Setelah hasil mengecewakan di liga domestik, Manchester United kini mengalihkan fokus mereka ke ajang piala liga pertengahan pekan ini.
Setan Merah dijadwalkan menjamu Brighton di Stadion Old Trafford pada babak ketiga Carabao Cup. Laga ini dipandang sebagai momentum terbaik bagi Bruno Fernandes dan kolega untuk segera bangkit dari kekalahan pahit derby kemarin.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor







![Jensen Huang Tegaskan ke Donald Trump: Kami Tak Akan Biarkan Pelambatan AI Terjadi Nvidia CEO Jensen Huang tells Trump ‘we’re not going to let [an AI slowdown] happen’](https://cdn.beritana.com/media/2026/09/nvidia-ceo-jensen-huang-tells-trump-were-not-going-to-let-an-ai-slowdown-hap.webp)
