
Apple memperluas kemitraan strategisnya bersama organisasi nirlaba The King’s Trust melalui program edukasi baru bernama Apple x King’s Trust Creative Labs di Inggris. Inisiatif ini dirancang khusus untuk membekali generasi muda dengan keterampilan kreatif dan digital yang relevan di pasar kerja modern.
Program ini memberikan akses kepada para peserta untuk berinteraksi langsung dengan para ahli dari Apple. Mereka akan mendapatkan pendampingan, teknologi, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengeksplorasi berbagai jalur karier di masa depan.
Kemitraan antara kedua entitas ini sebenarnya telah terjalin sejak tahun 2019 lalu.
Pengalaman edukasi imersif ini telah dimulai sejak awal pekan ini melalui serangkaian lokakarya di industri musik dan desain kreatif. Kegiatan tersebut diselaraskan dengan pembukaan fasilitas baru Apple Music Hall yang menjadi pusat pengembangan bakat bagi peserta program.
Sebanyak 20 peserta berusia 18 hingga 30 tahun telah terpilih sebagai kelompok pertama dalam program percontohan ini. Apple menyatakan rencana untuk menambah sesi dan kelompok peserta baru secara berkala sepanjang tahun mendatang.
Senior Director Global Community Impact Apple, Alisha Johnson Wilder, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pengembangan komunitas global. Program tersebut bertujuan menciptakan akses lebih luas bagi anak muda agar mampu bersaing di industri kreatif.
Senada dengan Wilder, Kepala Eksekutif The King’s Trust Inggris, Jonathan Townsend, menyebut kolaborasi ini sebagai babak baru yang menggembirakan. Menurutnya, pengembangan keterampilan digital dan rasa percaya diri menjadi modal utama bagi anak muda dalam meniti karier mereka.
The King’s Trust sendiri adalah sebuah badan amal yang didirikan oleh Raja Charles III saat masih bergelar Pangeran Wales pada tahun 1976. Organisasi ini memiliki fokus utama dalam membantu kaum muda yang kurang beruntung untuk mendapatkan pekerjaan, pendidikan, atau pelatihan.
Selain lokakarya kreatif, Apple juga tengah merancang kurikulum sumber daya terkait literasi kecerdasan buatan atau AI bersama The King’s Trust. Fokus utamanya adalah membantu para pengajar agar mampu mengintegrasikan teknologi terbaru tersebut ke dalam metode pengajaran di kelas secara efektif.
Langkah ini mencerminkan tren perusahaan teknologi besar dunia yang kini mulai aktif memberikan pelatihan berbasis keahlian praktis. Pendekatan ini tidak hanya menguntungkan calon tenaga kerja muda, tetapi juga menciptakan ekosistem talenta yang lebih matang secara digital bagi industri global.
Bagi masyarakat Inggris, program ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara kesenjangan keterampilan teknis di dunia pendidikan dan kebutuhan nyata di industri teknologi. Apple berharap model pelatihan ini dapat direplikasi di masa depan dengan skala yang lebih besar di berbagai wilayah operasional mereka.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor