AS Perketat Sanksi Iran, MA Restui Pembatasan Pemilu Jarak Jauh

Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan sanksi ekonomi baru terhadap Iran, yang disebut sebagai 'D-Day ekonomi' untuk menekan jaringan finansial Teheran. Di sisi lain, Mahkamah Agung AS memberikan dukungan sementara bagi upaya pembatasan pemungutan suara jarak jauh melalui surat yang diinisiasi oleh pemerintahan Trump.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan langkah ini sebagai 'serangan ekonomi' yang menargetkan koneksi finansial global Iran dan para fasilitatornya. Washington menyatakan telah mengidentifikasi jaringan pendukung Iran, sembari memberi waktu bagi negara lain untuk menyesuaikan diri sebelum tindakan lebih lanjut. Ini merupakan babak baru dalam 'perang ekonomi' setelah berbulan-bulan konflik dengan Teheran.
Sementara itu, Mahkamah Agung AS untuk sementara mendukung upaya pemerintahan Trump dalam membatasi pemungutan suara melalui surat. Para hakim menangguhkan putusan pengadilan yang lebih rendah, yang sebelumnya memblokir sebagian perintah eksekutif Trump. Perintah tersebut mengharuskan layanan pos hanya mengirimkan surat suara kepada warga negara AS yang terdaftar, mempengaruhi 23 negara bagian yang sebagian besar dipimpin Demokrat.
Baca Juga:
- Represi Berdarah Iran 2026: Korban Bersaksi 'Mereka Menembak Mati'
- Krisis BBM Rusia Memanas Akibat Serangan Ukraina, Putin Tertekan?
- Peta Jalan Perdamaian Kongo Timur: Harapan di Tengah Ujian Serius
Di tengah hiruk-pikuk politik, terungkap pula bahwa agen Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) secara diam-diam merekam pertemuan di gereja, perpustakaan, restoran, dan sekolah di Twin Cities. Pengawasan ini terjadi selama peningkatan penegakan hukum imigrasi federal, di mana agen juga menyusup ke obrolan grup pribadi. Taktik tersebut memicu kekhawatiran etika, meskipun pemerintah memiliki wewenang luas untuk mengumpulkan informasi.
Perkembangan ini menunjukkan lanskap politik dan sosial AS yang kompleks, dengan isu-isu mulai dari tekanan internasional hingga hak-hak sipil domestik terus menjadi sorotan utama.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor













