Asosiasi Sepak Bola Malaysia Didesak Tunjuk Tan Cheng Hoe sebagai Pelatih Kepala

Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau FAM kini berada di bawah tekanan besar untuk segera mengakhiri pencarian pelatih asing bagi tim nasional mereka. Desakan tersebut menguat setelah peluang merekrut Hajime Moriyasu dilaporkan kian menipis.
Mantan pemain tim nasional, Azlan Johar, menjadi tokoh yang paling vokal menyuarakan agar federasi memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih lokal. Ia menilai Tan Cheng Hoe merupakan sosok paling tepat untuk memegang kendali Harimau Malaya secara permanen.
Spekulasi mengenai kepindahan Hajime Moriyasu sempat memanas menyusul kabar bahwa dirinya akan menyelesaikan masa tugas bersama Jepang usai perhelatan Piala Asia 2027. Namun, harapan publik Malaysia untuk melihat taktik pelatih asal Jepang itu di Kuala Lumpur segera terpatahkan oleh laporan dari media Nikkan Gendai serta konfirmasi dari agen sepak bola terkait.
Seorang agen yang enggan menyebutkan namanya menyatakan bahwa Moriyasu saat ini lebih memprioritaskan kelanjutan karier kepelatihannya di liga-liga Eropa. Hal tersebut otomatis menutup pintu bagi tim nasional Malaysia untuk mendatangkan mantan pelatih Samurai Biru itu.
Di tengah kebuntuan tersebut, Azlan Johar meminta FAM untuk melihat kembali rekam jejak Tan Cheng Hoe selama menjabat sebagai pelatih interim. Capaian tim nasional di bawah asuhannya dinilai telah melampaui ekspektasi.
Tim Harimau Malaya berhasil menembus babak semifinal ASEAN Championship 2026. Perjalanan mereka ditutup dengan raihan posisi ketiga pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menumbangkan Vietnam.
Kemenangan atas Vietnam dalam perebutan posisi ketiga tersebut disebut Azlan sebagai bukti nyata kualitas taktik Tan Cheng Hoe. Ia mempertanyakan keraguan federasi terhadap kapabilitas pelatih yang telah menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan strategi di setiap laga.
Bagi Azlan, tindakan federasi untuk terus memburu pelatih luar negeri adalah langkah yang tidak efisien dari sisi anggaran. Ia menegaskan bahwa Malaysia tidak perlu membuang uang untuk mendatangkan pelatih asing yang belum tentu mengenal kultur sepak bola lokal.
Tan Cheng Hoe dinilai memiliki keunggulan komparatif berupa pemahaman mendalam terhadap karakter dan potensi pemain nasional. Pengetahuan ini memungkinkan dirinya membangun tim tanpa ketergantungan pada banyak asisten pelatih asing yang memakan biaya operasional besar.
Keputusan mengangkat pelatih lokal secara permanen juga diyakini dapat memperkuat ekosistem sepak bola di Malaysia. Langkah ini dipandang sebagai peluang bagi regenerasi serta pengembangan tenaga kepelatihan domestik yang lebih luas.
Kini, publik sepak bola di negara tersebut menunggu sikap resmi dari FAM terkait posisi pelatih kepala. Harapan besar ditumpukan pada sosok yang mampu membawa stabilitas bagi masa depan Harimau Malaya di kancah internasional.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor










