Liga Champions: Luis Enrique Bertekad Kalahkan Barcelona Bersama PSG

Paris Saint-Germain akan menjamu Barcelona dalam laga krusial fase liga Liga Champions 2026/2027 di Parc des Princes, Paris, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang saat ini sama-sama memiliki catatan sempurna di kompetisi antarklub paling bergengsi Eropa tersebut.
PSG menatap laga ini dengan rasa percaya diri tinggi setelah menyapu bersih dua pertandingan pembuka. Skuad asuhan Luis Enrique tersebut mencatatkan performa impresif dengan melibas Slovan Bratislava 6-1 dan menundukkan raksasa Inggris, Manchester City, dengan skor 4-2.
Barcelona, yang merupakan klub raksasa asal Spanyol atau lebih dikenal sebagai Blaugrana, juga datang dengan rapor yang serupa. Mereka sukses meraih kemenangan dalam dua laga awal melawan Feyenoord dan Galatasaray, sehingga duel di Paris ini diprediksi akan menyajikan pertarungan taktik yang sangat sengit.
Luis Enrique mengakui bahwa Barcelona memiliki tempat istimewa dalam rekam jejak profesionalnya. Ia pernah menjadi bagian dari klub tersebut sebagai pemain dan pelatih, yang menciptakan ikatan emosional mendalam dengan kota Catalonia.
Namun, sang juru taktik asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa profesionalisme tetap menjadi prioritas utama. Ia berambisi membawa PSG meraih tiga poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri tanpa membiarkan sentimen pribadi memengaruhi performa tim di lapangan.
Pelatih berusia 56 tahun itu meminta anak asuhnya agar tidak terbuai dengan posisi klasemen sementara atau memikirkan babak selanjutnya terlalu dini. Menurutnya, fokus penuh pada laga terdekat merupakan kunci untuk meraih hasil maksimal dalam kompetisi level tertinggi.
Luis Enrique juga memberikan pujian terhadap kualitas permainan yang dimiliki oleh calon lawannya. Ia menilai kedua tim memiliki identitas sepak bola yang kuat, sehingga pertandingan ini layak disaksikan sebagai hiburan berkelas bagi para pencinta si kulit bundar di seluruh dunia.
Terkait sejarah panjangnya bersama Barcelona, Enrique mengakui sempat merasa canggung saat harus menghadapi mantan klubnya di masa lalu. Kini ia merasa jauh lebih tenang dan mampu memisahkan antara hubungan masa lalu dengan tanggung jawabnya sebagai pelatih kepala PSG saat ini.
Target meraih kemenangan adalah harga mati bagi pria yang pernah memenangkan treble winners bersama Barcelona tersebut. Baginya, melawan tim yang paling berarti dalam perjalanan kariernya justru menjadi bahan bakar motivasi tambahan untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih PSG yang kompetitif di kancah Eropa.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127025/original/033945200_1739150290-pedri.jpg)




