Badai Absen di Matchday 3 Liga Champions: MU dan Bayern Munchen Terpukul

Kompetisi Liga Champions 2026/2027 memasuki babak krusial pada matchday ketiga minggu ini. Sejumlah klub besar Eropa terpaksa merombak strategi menyusul absennya pilar penting akibat sanksi larangan bertanding.
Kondisi ini memberikan tantangan bagi Manchester United dan Bayern Munchen yang tengah mengejar poin maksimal. Kehilangan pemain kunci tentu mengganggu ritme permainan tim di tengah ketatnya persaingan fase grup.
Bayern Munchen dipastikan tampil tanpa sayap andalan mereka, Michael Olise, saat bertandang ke Emirates Stadium untuk menghadapi Arsenal pada Kamis, 22 Oktober 2026. Pemain asal Prancis itu harus menepi akibat akumulasi dua kartu kuning yang ia terima pada laga sebelumnya.
Absennya Olise jelas menjadi pukulan berat bagi pelatih Vincent Kompany. Ia kini harus memutar otak untuk menentukan sosok yang tepat sebagai pendamping Harry Kane dan Luis Diaz di lini depan.
Bayern sendiri saat ini telah mengumpulkan 4 poin dari dua laga pembuka. Kemenangan atas The Gunners menjadi target utama guna memantapkan posisi mereka di papan atas klasemen.
Sementara itu, Manchester United juga menghadapi krisis di lini pertahanan saat melawat ke markas Como 1907 pada Rabu, 21 Oktober 2026 malam. Bek muda Leny Yoro dipastikan absen karena harus menjalani hukuman kartu merah yang ia dapatkan saat Setan Merah tumbang di tangan Atletico Madrid pekan lalu.
Situasi ini menambah tekanan bagi juru taktik Manchester United, Michael Carrick. Kemenangan atas klub Italia, Como 1907, kini menjadi harga mati bagi Carrick guna mengamankan kursi kepelatihannya sekaligus membangkitkan moral tim yang sedang menurun.
Di sisi lain, klub asal Prancis, Lille OSC, masih harus berjuang tanpa gelandang Ethan Mbappe. Adik dari Kylian Mbappe itu menjalani hukuman larangan bertanding sebanyak tiga laga setelah melakukan pelanggaran berat dengan menyikut pemain Real Betis, Natan, pada laga perdana.
Kehilangan Mbappe membuat kedalaman skuad Lille kian tergerus. Mereka berada dalam posisi sulit karena belum meraih satu poin pun dari dua pertandingan awal Liga Champions musim ini.
Rabu malam nanti, Lille akan berupaya bangkit saat menjamu wakil Turki, Galatasaray, di kandang sendiri. Pertandingan ini menjadi ujian mentalitas bagi para pemain Lille untuk meraih poin pertama di kompetisi elite Eropa tersebut.
Sebagai informasi tambahan, Liga Champions musim ini menerapkan format baru yang menuntut kedalaman skuad bagi setiap kontestan. Akumulasi kartu yang didapatkan pemain pada fase awal kompetisi seringkali menjadi penentu nasib tim dalam melangkah ke babak selanjutnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor










