
Karier seorang atlet profesional cenderung singkat dan penuh dengan ketidakpastian. Banyak mantan pemain sepak bola yang pernah mencapai puncak kejayaan justru harus hidup sulit setelah gantung sepatu karena minimnya persiapan finansial sejak dini.
Kondisi memprihatinkan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan fenomena global yang menimpa banyak atlet. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa menjual memorabilia berharga demi menyambung hidup, sebuah kenyataan pahit yang seharusnya bisa dihindari dengan edukasi yang tepat.
Allianz Indonesia berupaya memutus rantai masalah ini melalui program Allianz MoveNow Camp - Indonesia Edition 2026. Inisiatif sosial global ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan hidup sekaligus edukasi pengelolaan keuangan sejak usia remaja.
Sebagai mitra asuransi resmi untuk Gerakan Olimpiade dan Paralimpiade, Allianz mengintegrasikan tiga pilar utama dalam kamp ini. Fokusnya meliputi pengembangan pola pikir, aktivitas fisik, serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Program yang melibatkan talenta muda dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya ini memberikan pengalaman berlatih layaknya pemain profesional. Sebanyak 30 remaja berusia 14 hingga 16 tahun terpilih dari ratusan pendaftar untuk mengikuti pelatihan intensif di Lapangan ABC GBK, Jakarta.
Para peserta tidak hanya digembleng dalam teknik olah bola oleh pelatih kawakan seperti Indra Sjafri dan Nova Arianto. Mereka juga menerima bimbingan mengenai mentalitas, kepemimpinan, dan profesionalisme dari tokoh sepak bola nasional seperti Bambang Pamungkas.
Alexander Grenz selaku Country Manager dan President Director Allianz Life Indonesia menekankan bahwa masa depan seorang atlet sangat bergantung pada disiplin dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pendidikan ini bertujuan agar mereka memahami risiko serta prioritas sejak usia dini.
Salah satu agenda kunci dalam pelatihan adalah sesi literasi finansial menggunakan Allianz Smart Plan Board Game. Melalui simulasi permainan papan tersebut, peserta belajar mengelola arus kas dan memahami bahaya jeratan pinjaman daring yang sering merugikan generasi muda.
Peserta diajarkan bahwa prinsip pengambilan keputusan di lapangan hijau memiliki kemiripan dengan manajemen keuangan. Keduanya memerlukan kemampuan membaca situasi, mempertimbangkan risiko, serta memahami konsekuensi dari setiap langkah yang diambil.
Indra Sjafri menegaskan bahwa bakat alami hanyalah modal awal bagi seorang pemain. Menurutnya, konsistensi dan keberanian untuk menerima evaluasi adalah elemen penentu keberhasilan jangka panjang seorang atlet di masa depan.
Program ini menjadi langkah nyata dalam membentuk karakter atlet yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mapan secara finansial. Dengan fondasi yang kuat, diharapkan para calon pemain profesional ini mampu menjaga kesejahteraan hidup mereka hingga masa pensiun tiba.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor