BlackBerry Ekspansi ke Bisnis Robotika dan AI Melalui Sistem Operasi QNX

BlackBerry secara resmi memperluas jangkauan bisnis perangkat lunak mereka ke sektor robotika dan kecerdasan buatan atau AI.
Keputusan ini menandai babak baru transformasi perusahaan setelah mereka sepenuhnya meninggalkan industri ponsel pintar yang didominasi oleh sistem operasi Android dan iOS. Kini, BlackBerry mengandalkan sistem operasi QNX sebagai pilar utama pendapatan perusahaan di masa depan.
Sistem operasi QNX dikenal luas karena kemampuannya dalam menjaga standar keamanan kritis pada perangkat lunak otomotif. Saat ini, sistem tersebut telah terpasang pada lebih dari 275 juta kendaraan di seluruh dunia.
CEO BlackBerry, John Giamatteo, melihat potensi besar dalam penerapan teknologi QNX untuk mendukung operasional robotika modern. Perusahaan tidak menyasar pembuatan robot berbentuk manusia, melainkan berfokus pada instrumen medis, otomasi pabrik, serta robot pemindah barang otomatis di gudang logistik.
John Giamatteo meyakini segmen robotika akan mencatatkan laju pertumbuhan yang jauh lebih cepat dibandingkan lini bisnis lainnya dalam waktu dekat. Strategi ini menempatkan portofolio QNX pada posisi yang menguntungkan dalam menangkap peluang otomatisasi industri yang terus berkembang.
Data keuangan menunjukkan unit bisnis QNX kini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan tercepat bagi BlackBerry. Total nilai pesanan tertunda atau backlog untuk divisi ini telah menembus angka 950 juta dolar AS.
Sebagian besar dari nilai pesanan tersebut kini disumbangkan oleh klien di sektor robotika. Tren positif ini memberikan dampak langsung terhadap kinerja keuangan perusahaan, di mana peningkatan profitabilitas dan margin operasi telah memicu penguatan harga saham BlackBerry hingga dua kali lipat sepanjang tahun berjalan.
Kombinasi antara perangkat keras khusus, model kecerdasan buatan, dan dukungan perangkat lunak menjadi fondasi utama bagi generasi robotik saat ini. Pengalaman panjang BlackBerry dalam menangani sistem keselamatan di industri otomotif memberikan keunggulan kompetitif yang nyata saat mengintegrasikan komponen-komponen teknologi tersebut.
Demi memperkuat ekosistem tersebut, BlackBerry menjalin kerja sama strategis dengan Nvidia sejak April lalu. Kemitraan ini bertujuan menyatukan perangkat lunak QNX dengan sistem Nvidia untuk aplikasi industri, teknologi medis, serta berbagai perangkat robotika masa depan.
Robotika akan mengalami transformasi besar dan kami sangat antusias menyambut peluang yang ada di depan mata, ungkap Giamatteo. Melalui langkah ini, BlackBerry optimistis dapat mempertahankan relevansinya di tengah pesatnya kebutuhan akan sistem otomatisasi yang aman dan efisien.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor










