Cesc Fabregas Sebut Duel Como Melawan Manchester United Seperti Mimpi Nyata

Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengaku sangat antusias menyambut laga menghadapi Manchester United dalam lanjutan fase grup Liga Champions, Rabu (21/10/2026). Baginya, kesempatan menjamu raksasa Inggris di Stadion Sinigaglia merupakan mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan.
Pertandingan ini terasa istimewa bagi klub asal Italia tersebut. Como sedang mencatatkan sejarah baru dengan tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 119 tahun perjalanan klub.
Antusiasme Fabregas semakin beralasan setelah anak asuhnya mengalahkan Fiorentina 3-1 di Serie A, Minggu (18/10/2026). Kemenangan tersebut menjaga posisi mereka di urutan kelima klasemen sementara Liga Italia.
Mantan gelandang papan atas itu menuturkan bahwa skenario melawan Manchester United nyaris mustahil dibayangkan beberapa tahun lalu. Kala itu, Como masih berkutat di kasta bawah sepak bola Italia sebelum akhirnya memulai transformasi besar.
"Tiga tahun lalu, saat kami masih bermain di Serie B, rasanya tidak terbayangkan Manchester United akan datang ke Stadion Sinigaglia. Namun, itulah yang akan terjadi pada Rabu nanti," ujar Fabregas.
Ia menambahkan bahwa timnya siap memanfaatkan peluang emas tersebut. Fabregas ingin memastikan pemainnya tampil lepas tanpa beban di hadapan pendukung sendiri.
Perjalanan Como hingga mencapai panggung Liga Champions memang cukup berliku. Klub yang bermarkas di wilayah Lombardy ini bahkan sempat mengalami dua kali kebangkrutan dalam kurun waktu dua dekade terakhir.
Pada 2019, Como masih harus berjuang di Serie D atau kasta keempat sepak bola Italia. Mereka kemudian melakukan tiga kali promosi dalam enam musim hingga akhirnya memastikan diri kembali ke Serie A pada Mei 2024.
Fabregas menyadari bahwa pencapaian ini membutuhkan pengelolaan klub yang matang. Meski Liga Champions menjadi panggung prestisius, ia tetap menegaskan bahwa Serie A adalah prioritas utama klub musim ini.
"Setiap hari merupakan langkah penting dalam perkembangan kami. Kami adalah klub yang memulai kembali dari nol tiga tahun lalu, sehingga kami harus berhati-hati dalam mengelola berbagai situasi," jelasnya.
Sejauh ini, Como telah mencatatkan hasil beragam di Liga Champions. Mereka menang telak 4-1 atas RB Leipzig, namun sempat takluk 2-3 dari Feyenoord dalam laga tandang yang ketat.
Sang pelatih mengakui bahwa musim perdana ini menjadi proses pembelajaran bagi seluruh elemen tim. Bahkan, ia merasa skuadnya mencapai level kompetisi Eropa lima tahun lebih cepat dari perkiraan awal manajemen.
Bagi Fabregas, Liga Champions adalah hadiah luar biasa setelah musim lalu yang sangat mengesankan. Ia menganggap turnamen ini sebagai kompetisi paling sulit di dunia yang berada satu tingkat di atas level Piala Dunia atau Piala Eropa.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376415/original/023617700_1792357045-juve_2.jpg)










