Parlemen Mesir Tunda Pemungutan Suara Pengiriman Bantuan Militer ke Arab Saudi

Parlemen Mesir memutuskan untuk menunda pemungutan suara terkait otorisasi pengiriman pasukan militer guna mendukung Arab Saudi. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya intensitas serangan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman terhadap fasilitas vital di wilayah kerajaan tersebut.
Sidang yang seharusnya menentukan keterlibatan militer Mesir ini dijadwalkan ulang menjadi 26 Oktober. Penundaan tersebut mencerminkan perdebatan internal yang masih panjang mengenai peran strategis Mesir dalam konflik di Yaman.
Partai Sosial Demokrat Mesir, yang merupakan fraksi oposisi di parlemen, secara terbuka menginstruksikan para anggotanya untuk bersikap abstain dalam pemungutan suara mendatang. Partai tersebut menyatakan pemerintah belum memberikan rincian memadai mengenai misi, durasi penugasan, estimasi biaya, hingga risiko yang mengancam keselamatan personel militer Mesir.
Meskipun demikian, dua anggota parlemen yang diwawancarai AFP mengungkapkan bahwa sebagian besar legislator dari partai tersebut sebenarnya mendukung langkah pengiriman bantuan militer ini. Perdebatan ini berpusat pada pemberian mandat kepada Presiden Abdel Fattah el-Sisi untuk merespons permintaan bantuan pertahanan dari Riyadh.
Permintaan dukungan ini mencuat setelah kelompok Houthi melancarkan serangan udara terhadap bandara internasional Riyadh dan fasilitas perusahaan minyak negara, Saudi Aramco. Otoritas Arab Saudi melaporkan insiden serangan di bandara pada 10 Oktober lalu menyebabkan 13 orang tewas.
Presiden el-Sisi menegaskan Mesir siap mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi sekutu di kawasan Teluk. Ia menekankan bahwa fokus utama operasi ini adalah pertahanan, bukan aksi konfrontasi ofensif terhadap pihak manapun.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376415/original/023617700_1792357045-juve_2.jpg)









