Daftar 10 Pelatih Sepak Bola dengan Gaji Tertinggi di Dunia Tahun 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3096374/original/026331800_1586270096-FotoJet__2_.jpg)
Dunia sepak bola profesional kini tidak hanya mencatat gaji fantastis bagi para pemain bintang. Peran pelatih dalam menyusun strategi dan menjaga konsistensi tim sepanjang musim membuat nilai kontrak mereka meroket tajam di pasar transfer global.
Berdasarkan data terbaru dari Planet Football, empat pelatih dari kompetisi Premier League Inggris masuk dalam jajaran sepuluh besar pelatih dengan bayaran tertinggi tahun 2026. Dominasi ini menegaskan posisi liga Inggris sebagai kompetisi dengan perputaran dana yang paling masif di dunia.
Perlu dipahami bahwa angka bayaran ini mencakup gaji pokok tahunan sebelum dipotong pajak. Nilai ini menjadi indikator seberapa besar beban tanggung jawab dan target yang diletakkan pemilik klub kepada nakhoda tim.
Simone Inzaghi menduduki posisi puncak setelah memilih hijrah dari Inter Milan menuju klub Arab Saudi, Al-Hilal. Ia dikabarkan mengantongi gaji sebesar 22,5 juta Poundsterling atau sekitar Rp532 miliar per tahun.
Posisi kedua ditempati oleh Diego Simeone yang masih setia menukangi Atletico Madrid hingga 2027. Pelatih asal Argentina ini menerima gaji 20,3 juta Poundsterling atau setara dengan Rp479,9 miliar per musim.
Mikel Arteta menyusul di peringkat ketiga dengan pendapatan tahunan mencapai 20 juta Poundsterling atau sekitar Rp472,8 miliar. Kontrak baru bersama Arsenal ini bahkan menyertakan bonus performa sebesar 5 juta Poundsterling atau Rp118,2 miliar.
Oliver Glasner membuat kejutan dengan menerima pinangan Nottingham Forest setelah sukses bersama Crystal Palace. Ia kini mendapatkan gaji sebesar 13 juta Poundsterling atau setara Rp307,3 miliar per tahun.
Selanjutnya, terdapat Xabi Alonso yang kini menangani Chelsea dengan gaji kompetitif. Di sisi lain, Jose Mourinho yang kembali melatih Real Madrid juga tercatat menerima bayaran sebesar 10,3 juta Poundsterling atau Rp243,4 miliar.
Luis Enrique pun menikmati posisi tawar yang kuat di Paris Saint-Germain setelah rentetan gelar juara Liga Champions. Kesuksesannya mengubah budaya klub membuat manajemen rela merogoh kocek dalam untuk mempertahankannya.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482952/original/016557500_1769306120-Victor_Montagliani_1.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869222/original/008133000_1782930974-ko7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261026/original/095995400_1750653717-AP25172080086730.jpg)





