
Kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa, Liga Champions, kini memasuki fase krusial dengan intensitas laga yang kian meningkat.
Sebanyak 36 klub tengah berjibaku mengamankan posisi untuk tiket otomatis menuju babak gugur. Saat ini, Paris Saint-Germain memimpin klasemen sementara sebelum menghadapi Barcelona di Parc des Princes.
Namun, persaingan ketat di papan atas mulai memakan korban berupa sanksi disiplin bagi sejumlah pemain kunci. Regulasi UEFA menetapkan akumulasi tiga kartu kuning berujung pada larangan bertanding selama satu laga.
Nasib sial menimpa Manchester United yang harus kehilangan bek andalan, Leny Yoro.
Pemain asal Prancis itu terpaksa absen saat Setan Merah melawat ke markas Como. Hukuman ini diberikan setelah Yoro menerima kartu merah langsung dalam laga sebelumnya melawan Atletico Madrid di Spanyol.
Banyak kalangan menilai keputusan wasit memberikan kartu merah terlalu prematur, mengingat tim sedang berusaha mengejar ketertinggalan skor.
Berbeda dengan Manchester United, Arsenal justru mendapatkan keuntungan tak terduga menjelang lawatan mereka ke Jerman.
Bintang Bayern Munchen, Michael Olise, dipastikan absen dalam laga kontra The Gunners di Allianz Arena. Allianz Arena merupakan stadion megah markas besar Bayern Munchen yang dikenal memiliki atmosfer intimidatif bagi tim tamu.
Olise terpaksa menepi karena menerima dua kartu kuning beruntun akibat pelanggaran tidak sportif. Pertama, ia menarik kaus pemain Viking FK, kemudian disusul aksi tidak terpuji melempar bola ke arah wajah lawan.
Masalah disiplin pemain juga menimpa Lille yang masih harus bermain tanpa Ethan Mbappe.
Adik dari penyerang bintang Kylian Mbappe ini menjalani skorsing selama tiga pertandingan. Sanksi berat diberikan UEFA setelah ia kedapatan menyikut Natan saat menghadapi Real Betis pada pekan pertama.
Tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran keras yang membahayakan keselamatan pemain lawan. Durasi hukuman tiga laga ini tergolong jarang dijatuhkan oleh federasi sepak bola Eropa tersebut dalam kompetisi Liga Champions.
Absennya nama-nama besar di atas diprediksi bakal memaksa para pelatih untuk merombak strategi secara drastis. Penyesuaian taktik ini menjadi sangat vital bagi kelangsungan langkah tim di tengah padatnya jadwal kompetisi Eropa musim ini.
Para pelatih kini harus memutar otak guna menjaga kedalaman skuad agar tidak tergelincir di laga pekan ketiga. Kehilangan pilar penting di saat krusial dapat merusak momentum tim yang sedang mengejar poin maksimal di fase liga.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor