Menariknya, Prancis justru memimpin dalam hal pemasukan dari penjualan pemain dengan total USD 1,7 miliar. Inggris menyusul di posisi kedua dengan pendapatan USD 1,43 miliar, diikuti Jerman sebesar USD 1,02 miliar.
Di sisi lain, pasar transfer sepak bola putri menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih pesat meskipun secara skala masih lebih kecil. Pengeluaran untuk transfer internasional di kategori ini naik lebih dari dua kali lipat dibanding periode tahun lalu, yakni mencapai USD 28,6 juta atau sekitar Rp504 miliar.
Peningkatan tersebut juga dibarengi dengan kenaikan jumlah transfer pemain sebesar 19,2 persen. Pertumbuhan ini menandakan bahwa investasi dalam sepak bola putri mulai mendapat perhatian lebih dari berbagai klub profesional di seluruh dunia.
Walaupun nilai transfer pemain putri saat ini masih di bawah 0,3 persen dibandingkan pasar putra, tren positif tersebut terus berlanjut. FIFA optimistis ekosistem sepak bola putri akan terus berkembang seiring dengan profesionalisme yang meningkat di berbagai liga domestik utama.
Data ini memberikan gambaran jelas mengenai peta kekuatan finansial klub dalam mempertahankan maupun mencari pemain berbakat. Investasi besar yang dikeluarkan klub-klub besar membuktikan bahwa sepak bola modern kini tidak lagi sekadar olahraga, melainkan industri yang bernilai triliunan rupiah.