Debut Gemilang Como 1907 di Liga Champions, Taklukkan RB Leipzig 4-1

Como 1907 mencatatkan sejarah manis dalam penampilan perdana mereka di kompetisi sepak bola paling bergengsi Eropa, Liga Champions. Tim asuhan Cesc Fabregas tersebut sukses mengamankan kemenangan telak 4-1 saat menjamu klub asal Jerman, RB Leipzig, di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Jumat (11/9) dini hari WIB.
Pertandingan pembuka ini berjalan cukup sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim berbagi penguasaan bola secara seimbang dengan catatan masing-masing 50 persen.
Statistik mencatat kedua kubu sama-sama melepaskan 14 tembakan sepanjang laga. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama dalam duel tersebut karena Como tampil jauh lebih klinis di depan gawang lawan.
Gol-gol kemenangan tuan rumah lahir melalui aksi Martin Baturina, Tasos Douvikas, Nico Paz, serta Assane Diao. Sementara itu, RB Leipzig hanya mampu mencetak satu gol hiburan lewat kaki Andrija Maksimovic.
RB Leipzig sendiri merupakan klub yang dimiliki oleh perusahaan minuman energi Red Bull, yang kerap menjadi langganan kompetisi elit Eropa dalam satu dekade terakhir. Keberhasilan Como menaklukkan tim dengan jam terbang tinggi seperti Leipzig menjadi sinyal ancaman bagi para pesaing di grup mereka.
Cesc Fabregas mengaku sangat puas dengan performa anak asuhnya di lapangan. Ia menyebut kemenangan ini sebagai sebuah pencapaian bersejarah bagi klub yang berbasis di pinggiran Danau Como tersebut.
Sang pelatih menjelaskan bahwa timnya telah melakukan analisis mendalam terhadap gaya bermain lawan sebelum laga dimulai. Mereka sudah mengantisipasi tekanan agresif yang diterapkan oleh para penggawa Leipzig sejak menit awal.
Fabregas mengakui sempat ada fase sulit ketika intensitas permainan lawan meningkat tajam pada babak kedua. Para pemain sempat dipaksa bekerja keras untuk melakukan adaptasi taktik sekitar menit ke-60.
Beruntung, transisi serangan balik yang dijalankan oleh para pemain Como terbukti sangat efektif mematikan lawan. Skor 4-1 mencerminkan kapasitas tim yang sebenarnya dalam level kompetisi tertinggi di Benua Biru.
Bagi pria asal Spanyol tersebut, raihan tiga poin di laga perdana merupakan bentuk apresiasi atas jerih payah seluruh elemen klub sepanjang musim lalu. Ia ingin para pemainnya terus menghargai proses yang telah dilewati.
Meskipun meraih hasil impresif, Fabregas meminta seluruh pemain untuk tetap membumi dan tidak cepat puas dengan kemenangan ini. Baginya, mempertahankan identitas permainan lebih utama daripada sekadar memikirkan euforia sesaat.
Hasil positif ini membawa Como 1907 langsung menembus papan atas klasemen Liga Champions. Mereka kini bersanding dengan jajaran klub raksasa Eropa lainnya seperti Paris Saint-Germain, Bayern Munich, Barcelona, dan Manchester United.
Dukungan suporter di Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi energi tambahan bagi tim dalam menghadapi tantangan berat di fase grup. Kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa proyek ambisius manajemen Como mulai membuahkan hasil nyata di panggung internasional.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor












