Debut Liga Champions Como 1907, Cesc Fabregas Abaikan Faktor Pengalaman

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengutamakan faktor pengalaman pemain dalam menentukan skuad utama untuk laga debut bersejarah klub di Liga Champions. Tim milik pengusaha Indonesia tersebut dijadwalkan menjamu wakil Jerman, RB Leipzig, pada laga perdana kompetisi antarklub tertinggi Eropa.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Kamis (10/9/2026) ini menjadi tonggak sejarah baru bagi I Lariani, julukan Como 1907. Klub yang sempat terpuruk di divisi bawah ini berhasil menembus panggung Eropa setelah mencatatkan performa impresif di liga domestik. Bagi pendukung di Indonesia, laga ini memiliki daya tarik tersendiri karena kepemilikan klub berada di bawah naungan Djarum Group.
Fabregas menegaskan bahwa kesiapan fisik dan taktik di lapangan jauh lebih berharga daripada catatan statistik masa lalu.
Juru taktik asal Spanyol tersebut menilai bahwa banyaknya penampilan seorang pemain di kompetisi Eropa tidak menjamin performa tanpa cela. Ia ingin seluruh anak asuhnya fokus pada kontribusi nyata saat pertandingan berlangsung.
"Saya akan memilih siapa pun yang menurut saya paling bisa membantu saya meraih kemenangan," ujar Fabregas.
Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu secara terbuka menyatakan bahwa rekam jejak murni di atas kertas sering kali tidak relevan dalam sepak bola modern yang dinamis. Menurutnya, kesalahan fatal bahkan sering dilakukan oleh pemain yang memiliki jam terbang tinggi di panggung internasional. Pandangan realistis ini menjadi fondasi kepelatihannya sejak menangani tim utama Como.
"Kalian sudah mengenal saya selama dua setengah tahun di sini; saya tidak peduli soal pengalaman," kata pelatih berusia 39 tahun tersebut.
Fabregas kemudian memberikan ilustrasi sederhana mengenai argumennya tentang jam terbang pemain tersebut. Ia mengacu pada analisis video pertandingan yang menunjukkan bagaimana pemain berpengalaman sekalipun kerap melakukan kesalahan taktis dasar.
"Kemarin saja saya bisa menunjukkan pemain yang sudah tampil 100 kali di Liga Champions namun tetap melakukan kesalahan," tuturnya menambahkan.
Hingga saat-saat terakhir menjelang laga, komposisi pemain starter Como masih menjadi misteri yang dijaga ketat oleh staf kepelatihan. Fabregas sengaja menunda pengumuman susunan pemain utama demi menjaga fokus dan motivasi seluruh anggota tim. Keputusan akhir baru akan diambilnya beberapa menit sebelum rapat strategi internal tim dimulai.
"Tentu saja saya paham bahwa besok akan menjadi pertandingan Liga Champions pertama bagi Como, tetapi bagi kami, ini hanyalah pertandingan biasa," ucap Fabregas.
Kondisi ruang ganti Como saat ini dikabarkan sangat kondusif namun dipenuhi persaingan yang sehat antar-pemain. Setiap penggawa klub yang terletak di tepi danau legendaris Italia tersebut menunjukkan kesiapan penuh untuk diturunkan sejak menit pertama.
"Semua orang siap untuk berkontribusi dan bersaing memperebutkan tempat di tim utama," kata sang manajer.
Menariknya, Fabregas mengaku tidak merencanakan pidato motivasi yang dramatis untuk membakar semangat para pemainnya sebelum peluit pertama berbunyi. Ia lebih memilih pendekatan personal yang mengalir secara alami berdasarkan situasi aktual di ruang ganti. Pendekatan emosional yang jujur dinilainya lebih efektif daripada kalimat-kalimat motivasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.
"Saya adalah orang yang berbicara apa adanya dari dalam hati, mengungkapkan apa yang benar-benar saya rasakan saat itu," kata Fabregas.
Lawan mereka, RB Leipzig, bukanlah tim sembarangan karena klub asuhan Martin Demichelis tersebut merupakan kekuatan mapan di Bundesliga Jerman. Tim tamu dikenal memiliki transisi menyerang yang sangat cepat dan pressing tinggi yang kerap menyulitkan tim-tim Serie A.
Fabregas pun meminta anak asuhnya untuk mempertahankan mentalitas pantang menyerah yang membawa mereka promosi dari kasta kedua Liga Italia.
"Saya berharap para pemain turun ke lapangan dengan keyakinan bahwa mereka bisa menang, seperti yang selalu kami tunjukkan sejak masa-masa perjuangan di Serie B," kata legenda sepak bola Spanyol itu. Menurutnya, mempertahankan identitas permainan jauh lebih penting daripada sekadar menyesuaikan diri dengan reputasi besar lawan. Komitmen kolektif ini diharapkan mampu meredam agresivitas tim tamu.
"Tanggung jawab utama kami adalah menghadapi setiap pertandingan dengan tekad meraih hasil maksimal," ucapnya menegaskan.
Fokus penuh pada aspek teknis di lapangan menjadi kunci yang ditekankan oleh Fabregas sepanjang sesi latihan pekan ini. Ia tidak ingin atmosfer historis di Stadion Giuseppe Sinigaglia justru membebani psikologis para pemain muda Como.
"Saya berharap tim memandang laga ini sebagai pertandingan sepak bola biasa dan tidak membiarkan emosi mengganggu konsentrasi," kata Fabregas.
Meskipun menyadari kekuatan besar yang dimiliki RB Leipzig, Como 1907 memiliki modal kepercayaan diri yang tinggi setelah persiapan matang di kompetisi domestik. Serie A Italia yang terkenal taktis telah menempa pertahanan Como untuk menghadapi ancaman striker-striker elite Eropa. Laga ini diprediksi akan menjadi ujian karakter sesungguhnya bagi skuad asuhan Fabregas di kancah internasional.
"Besok tim yang sangat kuat akan datang, dan kami harus menunjukkan karakter bermain yang solid," tutup Fabregas.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor








