Duka Keluarga Korban Banjir di Tibet Terungkap Lewat Media Sosial

Keluarga korban bencana banjir di Tibet yang terletak di perbatasan China dan Nepal kini mulai bersuara di media sosial untuk mengekspresikan duka mereka. Langkah ini diambil setelah otoritas setempat tidak kunjung merilis daftar resmi korban hilang akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
Kekosongan informasi yang ditinggalkan oleh pemerintah daerah memaksa warga sipil untuk mencari kejelasan secara mandiri melalui ruang digital.
Sejumlah unggahan di platform digital seperti Douyin dan WeChat memperlihatkan foto-foto korban serta permohonan informasi dari kerabat yang kehilangan kontak dengan anggota keluarga mereka. Banyak dari korban diduga merupakan pekerja migran dan pedagang lokal yang beraktivitas di sekitar wilayah perbatasan yang padat. Jalur perdagangan internasional ini memang menjadi urat nadi perekonomian yang menghubungkan wilayah otonom Tibet dengan Nepal utara.











