Fiorentina Resmi Pecat Fabio Grosso usai Awal Musim Terburuk di Serie A

Manajemen klub Serie A Fiorentina resmi memecat Fabio Grosso dari kursi pelatih setelah mencatatkan hasil buruk pada awal musim ini. Keputusan taktis tersebut diambil setelah skuad berjuluk La Viola menelan tiga kekalahan beruntun di kancah domestik.
Kekalahan tipis 1-2 dari Torino di Stadion Artemio Franchi menjadi titik nadir yang menyudahi masa bakti mantan bek tim nasional Italia tersebut di Florence.
Sebelum takluk dari Torino, anak-anak asuh Grosso hancur lebur dengan skor 0-4 saat bertandang ke markas AS Roma pada laga pembuka. Tren negatif berlanjut saat mereka menyerah tiga gol tanpa balas dari tim promosi, Frosinone. Hasil buruk ini membuat gawang Fiorentina sudah kebobolan sembilan kali dan baru mampu melesakkan satu gol sepanjang awal musim kompetisi bergulir.
"ACF Fiorentina memberitahukan bahwa Fabio Grosso telah dibebaskan, pada hari ini, dari jabatannya sebagai pelatih Tim Utama pria," tulis rilis resmi dari manajemen klub.
Manajemen bergerak cepat menunjuk Paolo Vanoli untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Grosso. Vanoli bukan sosok asing bagi publik Firenze karena ia pernah menyelamatkan tim ini dari ancaman degradasi pada musim lalu.
Langkah pemecatan ini tergolong drastis mengingat manajemen sebenarnya telah memberikan dukungan finansial yang luar biasa pada bursa transfer musim panas. Pemilik klub, Giuseppe Commisso, menggelontorkan dana hingga 130 juta euro (sekitar Rp2,21 triliun) untuk merombak skuad. Dana fantastis tersebut digunakan demi memboyong 13 pemain baru, termasuk nama-nama potensial seperti Beto, Franco Mastantuono, dan Radu Dragusin.
Namun, investasi besar tersebut tidak berbanding lurus dengan keharmonisan di dalam ruang ganti klub.
Hubungan antara Grosso dan Direktur Olahraga, Fabio Paratici, dikabarkan retak akibat perbedaan pandangan mengenai strategi transfer serta pemilihan pemain. Keretakan hubungan internal ini kian mempercepat keputusan manajemen untuk mendepak Grosso demi menjaga stabilitas tim.
Suporter setia Fiorentina yang memadati tribun Curva Fiesole, area khusus pendukung garis keras di bagian utara stadion, juga menyuarakan protes keras. Mereka meluapkan kekecewaan secara terbuka melalui sorakan dan spanduk tuntutan perbaikan performa setelah kekalahan demi kekalahan yang memalukan. Tekanan massa yang begitu masif membuat Commisso tidak memiliki pilihan lain selain melakukan penyegaran di kursi kepelatihan.
Pada hari yang sama, dinamika pergantian pelatih juga terjadi di kancah sepak bola internasional Afrika.
Federasi Sepak Bola Senegal mengumumkan bahwa mereka telah menunjuk legenda Perancis, Patrick Vieira, sebagai juru taktik baru tim nasional mereka. Pengumuman ini menandai babak baru bagi tim berjuluk Singa Teranga tersebut setelah melalui periode evaluasi internal pasca-turnamen besar.
"Bapak Patrick Vieira adalah pelatih baru tim nasional A Senegal. Tanggal presentasi resmi dan tahap selanjutnya akan menjadi subjek komunikasi berikutnya. Selamat datang di Senegal, Coach," tulis rilis resmi dari federasi tersebut.
Kembali ke Italia, pekerjaan rumah yang menumpuk kini langsung menanti Paolo Vanoli di kamp latihan Fiorentina. Ia dituntut segera membenahi koordinasi lini pertahanan yang rapuh sebelum Serie A bergulir kembali selepas jeda pertandingan internasional.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor








