
Tim nasional Indonesia U-20 berhasil mengalahkan Australia U-20 dengan skor 2-0 pada laga penentuan Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 yang digelar Minggu (6/9).
Kemenangan tersebut bukan sekadar memastikan langkah Garuda Muda ke putaran final, melainkan menjadi pemicu rekor terburuk bagi Australia dalam sejarah partisipasi mereka di turnamen ini.
Australia resmi gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-20 untuk pertama kalinya sejak mereka berpindah zona dari Oseania ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada tahun 2006.
Sebelum kekalahan di tangan Indonesia, Australia mencatatkan rekor impresif dengan lolos sembilan kali berturut-turut ke ajang bergengsi tersebut.
Dominasi Australia dalam kurun waktu hampir dua dekade itu sebenarnya cukup disegani oleh negara-negara di Asia.
Bahkan, dalam edisi Piala Asia U-20 2025, skuad muda Australia mampu menunjukkan taringnya dengan menjadi juara setelah mengalahkan Arab Saudi melalui adu penalti di partai final.
Namun, tren positif tersebut akhirnya terputus di tangan anak asuh pelatih tim nasional Indonesia.
Dua gol kemenangan Garuda Muda dicetak oleh Theodore Evan Leeming pada menit ke-28 serta Amar Brkic yang menyempurnakan keunggulan pada masa injury time babak kedua.
Kekalahan dari Indonesia memaksa Australia berada dalam situasi sulit untuk mengamankan tiket ke Piala Asia U-20 2027.
Harapan mereka sempat bergantung pada hasil pertandingan lain di Grup H yang melibatkan Malaysia dan tuan rumah Laos.
Nasib buruk Australia semakin nyata setelah Malaysia meraih kemenangan tipis 2-1 atas Laos.
Hasil tersebut membuat Malaysia menggeser posisi Australia di klasemen akhir grup dengan mengoleksi lima poin, unggul satu angka dari perolehan poin Australia.
Dengan posisi ketiga yang diduduki Australia, mereka tidak mampu bersaing sebagai salah satu runner-up terbaik guna mendapatkan slot otomatis ke turnamen utama.
Kegagalan ini menandai akhir dari dominasi konsisten yang dibangun Australia sejak mereka resmi berkompetisi di bawah naungan AFC delapan belas tahun silam.
Bagi tim nasional Indonesia, kemenangan ini menjadi bukti perkembangan kualitas permainan yang signifikan di level usia muda pada tingkat kontinental.
Skuad asuhan pelatih timnas Indonesia tampil taktis dalam meredam agresivitas pemain Australia sepanjang 90 menit pertandingan.
Laga ini sekaligus menunjukkan bahwa peta kekuatan sepak bola usia muda di Asia Tenggara telah mengalami pergeseran yang cukup dinamis.
Fokus kini beralih kepada tim yang lolos ke putaran final, sementara Australia harus melakukan evaluasi menyeluruh atas performa mereka selama babak kualifikasi ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor