Fireblocks Membantah Rumor Akuisisi oleh Visa Senilai USD 2,5 Miliar

Perusahaan penyedia infrastruktur kripto Fireblocks memberikan klarifikasi resmi terkait kabar akuisisi oleh raksasa pembayaran Visa.
Pihak Fireblocks menegaskan bahwa laporan mengenai potensi pembelian perusahaan senilai USD 2,5 miliar atau sekitar Rp39,5 triliun tersebut tidak benar. Juru bicara perusahaan menyampaikan bahwa rumor tentang kesepakatan tersebut merupakan hal baru bagi mereka dan tidak mencerminkan fakta di lapangan saat ini.
Kabar mengenai akuisisi ini sebelumnya mencuat melalui laporan Axios yang mengutip sejumlah sumber anonim. Laporan tersebut mengeklaim bahwa Visa sedang berada dalam tahap diskusi lanjutan untuk mengakuisisi Fireblocks.
Visa sendiri memilih untuk tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait laporan ini. Perwakilan perusahaan menyatakan bahwa mereka tidak memberikan komentar mengenai rumor atau spekulasi pasar yang berkembang di kalangan industri keuangan.
Perlu diketahui, Fireblocks adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyimpanan aset kripto dan penyediaan infrastruktur blockchain untuk institusi. Perusahaan ini memungkinkan institusi keuangan besar untuk mengelola aset digital dengan standar keamanan tingkat tinggi.
Angka valuasi USD 2,5 miliar yang beredar dalam rumor tersebut memicu perdebatan di kalangan pengamat pasar. Nilai tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan valuasi Fireblocks sebelumnya yang mencapai lebih dari USD 8 miliar atau sekitar Rp126,5 triliun.
Valuasi fantastis tersebut terakhir kali diungkapkan publik pada Januari 2022. Saat itu, Fireblocks sukses mengumpulkan dana sebesar USD 550 juta dalam putaran pendanaan Seri E yang menarik perhatian banyak investor modal ventura global.
Data dari penyedia informasi bisnis Traxcn mencatat valuasi USD 8 miliar tersebut masih bertahan hingga pertengahan Desember 2025. Diskrepansi atau perbedaan angka yang sangat besar ini menjadi poin utama yang menimbulkan keraguan di kalangan analis keuangan terkait kebenaran kabar akuisisi tersebut.
Sektor kripto dan teknologi finansial memang tengah mengalami dinamika konsolidasi yang cukup tinggi belakangan ini. Banyak perusahaan besar di sektor pembayaran tradisional kini mulai melirik teknologi blockchain untuk mempercepat efisiensi operasional lintas negara.
Meski begitu, bantahan tegas dari manajemen Fireblocks setidaknya meredam spekulasi jangka pendek bagi para pemangku kepentingan. Pasar kini menunggu langkah strategis selanjutnya dari kedua entitas besar tersebut dalam menanggapi perkembangan teknologi keuangan digital di masa depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












