
SoFi Technologies resmi meluncurkan produk inovatif bernama SoFi Earn atau SOFIE pada Kamis waktu setempat. Produk ini menawarkan imbal hasil tahunan variabel sebesar 4,4 persen bagi pengguna yang menempatkan dana dalam bentuk deposito ter-tokenisasi.
Langkah ini menandai upaya perusahaan untuk mengintegrasikan layanan perbankan tradisional dengan aset digital. SOFIE dirancang agar setiap satu token setara dengan nilai satu dolar Amerika Serikat yang tersimpan di SoFi Bank.
Nasabah tidak dibebankan syarat saldo minimum untuk mulai menggunakan layanan ini. Fleksibilitas menjadi nilai jual utama karena pengguna dapat menukar saldo mereka secara satu banding satu menjadi SoFiUSD, sebuah stablecoin yang dipatok pada nilai dolar AS, untuk kebutuhan transaksi kripto di dalam aplikasi.
Stablecoin sendiri adalah aset kripto yang nilainya dipatok pada mata uang fiat atau komoditas tertentu guna menjaga kestabilan harga. Dalam hal ini, SoFiUSD berfungsi sebagai jembatan bagi nasabah untuk memindahkan dana ke dompet digital eksternal kapan saja selama 24 jam penuh.
Keamanan dana nasabah menjadi poin yang diunggulkan oleh pihak bank. Setiap simpanan SOFIE telah memenuhi syarat perlindungan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) hingga 250.000 dolar AS (sekitar Rp3,9 miliar) per nasabah untuk setiap kategori kepemilikan akun.
Perlu diketahui, FDIC adalah lembaga pemerintah Amerika Serikat yang memberikan jaminan simpanan bagi nasabah bank jika terjadi kegagalan sistem perbankan. Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa aset SoFiUSD tidak mendapatkan perlindungan serupa dari lembaga tersebut.
Peluncuran ini bertepatan dengan dinamika regulasi di Amerika Serikat yang mulai menyentuh ranah stablecoin. Pada hari Rabu, Office of the Comptroller of the Currency mengeluarkan aturan final mengenai penerbitan stablecoin pembayaran dan aktivitas kustodian yang akan mulai berlaku pada pertengahan Januari mendatang.
Strategi SoFi untuk memperkenalkan deposito berimbal hasil ini sebenarnya sudah tercium pasar sejak Mei lalu. Saat itu, perusahaan menyatakan rencananya untuk menghadirkan fitur tersebut segera setelah SoFiUSD tersedia secara luas melalui aplikasi perbankan konsumen mereka.
Proses distribusi layanan ini dilakukan secara bertahap kepada seluruh anggota SoFi Crypto hingga akhir November nanti. Akses terhadap akun deposito SOFIE nantinya akan terintegrasi langsung melalui dasbor akun kripto masing-masing pengguna di aplikasi SoFi.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor
