Gagal Rekrut Hajime Moriyasu, FAM Kini Didesak Tetapkan Tan Cheng Hoe

Asosiasi Sepak Bola Malaysia atau FAM kini menghadapi tekanan publik yang kuat untuk segera menghentikan perburuan pelatih asing bagi tim nasional mereka.
Desakan ini muncul setelah peluang mendatangkan mantan juru taktik tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, tertutup rapat. Moriyasu dilaporkan lebih memilih untuk mengejar karier kepelatihan di benua Eropa setelah kontraknya berakhir.
Peluang membawa Moriyasu sempat menguat di kalangan penggemar sepak bola Malaysia pasca Piala Asia 2027. Namun, kabar tersebut segera dibantah oleh agen sepak bola asal Jepang serta media lokal Nikkan Gendai yang menyebut sang pelatih memiliki ambisi besar meniti karier di liga-liga Eropa.
Kondisi ini membuat posisi Tan Cheng Hoe sebagai pelatih interim semakin menonjol di mata publik Malaysia. Legenda sepak bola Malaysia, Azlan Johar, mendesak federasi untuk tidak lagi membuang energi mengejar nama besar dari luar negeri.
Azlan menilai bahwa rekam jejak Cheng Hoe sudah cukup membuktikan kapasitasnya dalam meramu strategi tim. Ia merujuk pada keberhasilan sang pelatih membawa skuad Harimau Malaya menembus babak semifinal ASEAN Championship 2026 dengan performa yang cukup solid.
Selain pencapaian tersebut, Cheng Hoe juga berhasil mengamankan posisi ketiga pada ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Kemenangan atas Vietnam dalam laga penutup turnamen menjadi bukti nyata bahwa tangan dinginnya mampu memberikan hasil positif bagi tim nasional.
Untuk saat ini, kita tidak perlu membuang waktu atau uang untuk mengejar pelatih dari luar, ujar Azlan Johar saat diwawancarai oleh Arena Metro pada Selasa (20/10).
Menurut Azlan, penunjukan pelatih domestik memiliki keunggulan kompetitif yang sering kali diabaikan oleh federasi. Cheng Hoe dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap karakter dan mentalitas pemain lokal yang tidak bisa didapatkan dengan mudah oleh pelatih asing.
Penggunaan pelatih domestik juga dipandang lebih efisien dari sisi anggaran operasional federasi. Dengan memercayakan kursi kepelatihan kepada sosok lokal, FAM dapat mengalihkan dana yang sedianya untuk gaji pelatih asing ke sektor pengembangan infrastruktur sepak bola usia dini.
Langkah ini dipercaya akan memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem sepak bola di Malaysia secara keseluruhan. Tan Cheng Hoe dianggap sebagai figur yang paling tepat untuk memimpin transisi ini mengingat kedekatannya dengan para pemain yang saat ini mengisi skuad utama.
Keputusan akhir kini berada di tangan pengurus FAM yang harus menimbang antara gengsi menggunakan jasa pelatih kelas dunia atau stabilitas tim bersama pelatih lokal. Publik kini menunggu pengumuman resmi mengenai masa depan kursi pelatih kepala tim nasional dalam waktu dekat.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor













