Gaji Luis Enrique di PSG Melonjak 66 Persen, Masuk Tiga Besar Pelatih Termahal

Luis Enrique kini resmi menyandang status sebagai salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia setelah menyepakati perpanjangan kontrak bersama Paris Saint-Germain (PSG).
Keputusan manajemen PSG untuk menaikkan gaji Enrique sebesar 66 persen menunjukkan kepercayaan besar terhadap sang juru taktik asal Spanyol tersebut. Sebelumnya, pelatih berusia 56 tahun ini mengantongi 10 juta paun, atau sekitar Rp238,7 miliar per musim.
Kini, angka tersebut melonjak menjadi 17 juta paun atau setara Rp405,8 miliar per musim setelah kontrak baru berdurasi hingga Juni 2030 ditandatangani. Lonjakan nilai kontrak ini otomatis menempatkan Enrique ke posisi ketiga dalam daftar pelatih sepak bola dengan pendapatan tahunan terbesar secara global.
Peringkat pertama daftar ini masih ditempati oleh Simone Inzaghi yang menerima 22 juta paun (Rp525,1 miliar) dari klub Arab Saudi, Al-Hilal. Menyusul di posisi kedua, Diego Simeone mendapatkan 20 juta paun (Rp477,3 miliar) per tahun dari klub raksasa Spanyol, Atletico Madrid.
Besaran gaji yang diterima Enrique di PSG bahkan melampaui seluruh kompensasi pelatih yang berkiprah di kompetisi Premier League Inggris saat ini. Nama-nama besar seperti Mikel Arteta di Arsenal hingga pelatih Manchester City, Enzo Maresca, tercatat hanya mengantongi 10 juta paun per tahun.
Kepercayaan klub terhadap Enrique bukan tanpa alasan yang kuat. PSG memandang pria tersebut sebagai manajer paling sukses dalam sejarah klub, terutama berkat kemampuan strateginya dalam membawa Les Parisiens menjuarai Liga Champions sebanyak dua kali.
Prestasi ini sangat membekas bagi PSG, mengingat Enrique adalah pelatih pertama yang mampu mempersembahkan trofi paling bergengsi di Eropa tersebut ke lemari koleksi klub. Hal ini mempertegas hubungan harmonis antara Enrique dan jajaran petinggi klub meski tim baru saja menelan kekalahan 1-2 dari AS Monaco di Parc des Princes.
Selain memperpanjang masa bakti Enrique, PSG juga mengumumkan perpanjangan kontrak bagi sejumlah pemain kunci. Nama-nama seperti Willian Pacho, Fabian Ruiz, serta Lucas Beraldo masuk dalam daftar pemain yang akan bertahan lebih lama di ibu kota Prancis.
Namun, situasi kontrak Joao Neves dan Senny Mayulu masih menyisakan sedikit tanda tanya terkait rencana jangka panjang klub. PSG tampak berupaya keras mengamankan fondasi skuad mereka sembari terus mengandalkan kepemimpinan taktis dari Enrique di pinggir lapangan.
Secara finansial, kebijakan ini mencerminkan ambisi besar PSG untuk tetap mendominasi kancah sepak bola Eropa. Dengan durasi kontrak jangka panjang hingga 2030, klub ingin memastikan stabilitas teknis agar dominasi domestik dan target di kompetisi Eropa tetap terjaga konsistensinya.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor













