Gary Neville Soroti Rapuhnya Lini Pertahanan Chelsea Usai Kalah dari Arsenal

Chelsea kembali menelan kekalahan pahit dengan skor 1-2 saat bertandang ke Emirates Stadium menghadapi Arsenal pada Minggu malam waktu setempat. Hasil minor ini memperpanjang catatan buruk lini pertahanan The Blues yang tampak kesulitan meredam serangan lawan sepanjang pertandingan.
Gol cepat dari Morgan Rogers gagal menjadi momentum kemenangan bagi tim tamu.
Kerapuhan barisan belakang Chelsea sebenarnya bukan fenomena baru bagi penggemar Liga Inggris. Sebelum takluk dari Arsenal, gawang mereka juga sempat dibobol oleh Fulham dan Brighton & Hove Albion, yang mengindikasikan adanya celah serius dalam organisasi pertahanan asuhan Xabi Alonso.
Gary Neville, mantan pemain legendaris Manchester United yang kini menjadi komentator, memberikan kritik tajam terkait performa tim tersebut. Dia secara khusus menyoroti tiga pemain bertahan Chelsea, yaitu Josh Acheampong, Maxence Lacroix, dan Wesley Fofana, yang dianggap belum mampu memberikan rasa aman bagi penjaga gawang.
Neville menggambarkan koordinasi di antara para pemain tersebut sebagai sesuatu yang kacau.
Dia melontarkan analogi bahwa pergerakan kaki dan tubuh para pemain belakang Chelsea terlihat tidak sinkron saat berada di lapangan. Menurut Neville, mereka tidak bekerja sebagai satu unit yang utuh dalam mengantisipasi skema serangan lawan yang cepat.
Perbandingan pun ditarik dengan trio bek legendaris asal Italia, yakni Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini. Trio yang kerap disebut sebagai BBC ini sangat tersohor di dunia sepak bola karena kemampuannya dalam membaca arah permainan, memenangi duel udara, serta mengatur garis pertahanan secara presisi.
Mereka mengerti kapan harus menekan ke depan dan kapan waktunya mundur untuk memadatkan area kotak penalti sendiri.
Di mata Neville, kunci keberhasilan sistem tiga bek terletak pada pemahaman posisi dan komunikasi yang solid. Kualitas itulah yang menurutnya masih jauh dari harapan bagi skuad Chelsea saat ini, sehingga seringkali membuat lawan lebih mudah menembus pertahanan mereka.
Terlepas dari kritik tersebut, Neville mengakui bahwa Xabi Alonso telah memberikan perubahan positif dalam gaya bermain tim secara keseluruhan. Pelatih asal Spanyol itu dinilai cukup berhasil dalam membangun pola serangan, namun keterbatasan kualitas di lini belakang tetap menjadi batu sandungan utama.
Kebutuhan akan pemain bertahan baru menjadi sebuah keharusan dalam waktu dekat.
Neville menyarankan pihak manajemen klub untuk segera melakukan pergerakan di bursa transfer dalam satu hingga dua musim ke depan. Dia menegaskan bahwa seorang pelatih sehebat apa pun akan kesulitan jika tidak didukung oleh bek yang memiliki soliditas tinggi dalam menghadapi tekanan lawan.
Situasi ini jelas menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Xabi Alonso. Tanpa perbaikan mendasar di sektor pertahanan, Chelsea diprediksi akan terus kesulitan bersaing secara konsisten melawan tim-tim papan atas Liga Inggris lainnya di musim ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor














