Google Kembangkan Profil Selera Game di Play Store Ala Spotify

Google dikabarkan sedang merancang sistem rekomendasi baru untuk Google Play Store yang mengadopsi mekanisme profil selera mirip layanan musik Spotify.
Fitur ini menggunakan kecerdasan buatan untuk mempelajari preferensi pengguna dalam memilih game Android. Google berupaya memberikan kurasi konten yang lebih personal agar pengguna menemukan gim yang tepat.
Inovasi ini muncul dari data internal yang menunjukkan bahwa banyak pengguna kesulitan memilah jutaan aplikasi di toko daring tersebut. Selama ini, algoritma Google Play cenderung mengandalkan popularitas dan rating sebagai acuan utama bagi pengembang untuk menonjolkan produknya.
Sistem baru ini nantinya akan menganalisis genre, gaya visual, hingga kompleksitas gim yang sering dimainkan oleh pengguna. Pendekatan berbasis profil ini menyerupai fitur Daily Mix yang populer di Spotify, yang membagi musik berdasarkan suasana hati dan riwayat pendengar.
Penggunaan kecerdasan buatan dalam sistem ini diharapkan mampu menekan angka unduhan yang berujung pada pencopotan aplikasi secara cepat. Saat pengguna merasa cocok dengan rekomendasi sistem, mereka cenderung bertahan lebih lama di dalam permainan tersebut.
Langkah Google ini juga menjadi respons terhadap persaingan ketat di ekosistem aplikasi seluler. Perusahaan teknologi raksasa lainnya telah lebih dulu mencoba menerapkan sistem penemuan konten yang lebih pintar demi meningkatkan keterlibatan pengguna dalam platform mereka.
Beberapa pengembang gim independen menyambut baik rencana tersebut karena memberikan peluang lebih luas bagi produk yang selama ini sulit menembus halaman depan Play Store. Jika sebuah gim memiliki kualitas tinggi namun kurang promosi, algoritma berbasis selera dapat membantu menjodohkannya dengan pemain yang relevan.
Meski demikian, implementasi teknologi ini diperkirakan memakan waktu cukup panjang karena harus menyesuaikan privasi data pengguna. Google dipastikan akan memperketat pengawasan terhadap bagaimana data preferensi gim digunakan agar tetap sesuai dengan standar keamanan yang berlaku secara global.
Belum ada jadwal pasti mengenai peluncuran fitur ini secara luas ke seluruh perangkat Android. Pengguna kemungkinan akan melihat uji coba awal yang hanya mencakup wilayah tertentu sebelum fitur tersebut tersedia secara merata di pasar global, termasuk di Indonesia.
Secara analitis, perubahan strategi Google ini menandai pergeseran besar dalam cara distribusi konten digital di masa depan. Fokus utama bukan lagi sekadar mempromosikan gim dengan pendapatan terbesar, melainkan menumbuhkan loyalitas pengguna melalui pengalaman yang dipersonalisasi secara presisi.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor



![Google Wallet Android Uji Tampilan Baru Kartu Pembayaran Bertumpuk Vertikal Google Wallet for Android getting vertically stacked card list [U]](https://cdn.beritana.com/media/2026/10/google-wallet-for-android-getting-vertically-stacked-card-list-u.webp)




