Hansi Flick Tantang Barcelona Buktikan Kualitas di Markas PSG dalam Liga Champions

Pelatih kepala Barcelona, Hansi Flick, mendesak anak asuhnya untuk menjadikan pertandingan tandang melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions sebagai panggung pembuktian. Flick ingin Blaugrana menunjukkan bahwa mereka memiliki kapabilitas untuk bersaing dengan tim-tim elite Eropa, terutama saat melawat ke Parc des Princes pada Rabu (21/10/2026) dini hari WIB.
Ujian berat ini datang saat Barcelona membawa modal rekor sempurna, yakni 11 kemenangan beruntun sejak awal musim. Produktivitas gol tim asal Catalunya ini juga terjaga dengan catatan 48 gol di semua kompetisi, menunjukkan awal kampanye yang menjanjikan di bawah arahan Flick.
Namun, PSG bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng. Tim raksasa Prancis tersebut, yang selalu menjadi penantang serius di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir, juga mengawali kompetisi musim ini dengan performa solid, termasuk menaklukkan Manchester City 4-2 pada pekan sebelumnya.
Kedua tim sama-sama mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan pertama fase liga. Flick menyadari bahwa timnya masih dalam proses pengembangan, tetapi ia melihat duel ini sebagai kesempatan ideal untuk mengukur kemampuan para pemainnya di hadapan lawan yang lebih matang pengalaman Eropa.
Flick berharap Barcelona tidak akan kehilangan karakter permainan mereka saat menghadapi dominasi PSG. Kepercayaan diri dalam menguasai bola dan kekompakan antarpemain menjadi aspek fundamental yang ingin dipertahankan oleh pelatih berkebangsaan Jerman tersebut.
Menurut Flick, rentetan 11 hasil positif sebelumnya dapat menjadi bekal mental yang berharga untuk menghadapi tantangan kali ini. Namun, ia juga menekankan bahwa pertandingan ini krusial untuk membantu Barcelona mengidentifikasi kekuatan serta kekurangan mereka ketika dihadapkan dengan tim papan atas Eropa.
"Ini akan menjadi ujian yang bagus bagi kami untuk menunjukkan sejauh mana perkembangan tim," kata Flick dalam konferensi pers menjelang pertandingan.
"Saya ingin tim bermain dengan percaya diri, berani, dan tentu saja bermain bersama sebagai sebuah tim. Kami sudah melakukannya dalam 11 pertandingan terakhir, dan sekarang kami menghadapi tim yang, jika melihat dua tahun terakhir, merupakan salah satu yang terbaik di dunia," tambah Flick, mengakui kualitas lawan.
Flick menilai kondisi Barcelona saat ini berbeda signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Ia melihat timnya sudah lebih terbiasa dan nyaman menjalankan gaya permainan yang diinginkan sejak awal musim, terutama dalam membangun serangan dan menciptakan peluang gol.
Barcelona memang masih memiliki pekerjaan rumah untuk kembali bersaing merebut gelar Liga Champions, trofi yang terakhir kali mereka angkat pada tahun 2015. Sementara itu, PSG telah menunjukkan perkembangan signifikan dan investasi besar-besaran dalam beberapa musim terakhir untuk mencapai puncak Eropa.
"Bagi saya, musim lalu merupakan tahun yang sulit, sebuah musim yang berat," ujar Flick, merefleksikan periode sebelumnya.
"Tahun ini, sejak awal kami bermain dengan gaya yang ingin dan diharapkan kami terapkan. Kami percaya diri saat menguasai bola dan menciptakan banyak peluang. Menurut saya, situasinya benar-benar berbeda sekarang," lanjutnya, optimistis.
Flick tidak menutup mata terhadap pencapaian PSG yang mampu berkembang sebagai sebuah tim yang kohesif. Ia juga menaruh respek tinggi kepada Luis Enrique, pelatih PSG, yang dinilainya berhasil membangun skuad dengan kualitas permainan tinggi dan taktik mumpuni.
Meskipun demikian, Flick ingin Barcelona memanfaatkan pertandingan ini untuk memperlihatkan kemampuan mereka, sekaligus menemukan bagian permainan yang masih perlu ditingkatkan. Hasil dari pertandingan krusial melawan PSG akan memberikan pelajaran penting bagi Blaugrana dalam menghadapi tantangan-tantangan berikutnya di kancah Eropa.
"Bagi kami, ini merupakan kesempatan bagus untuk menunjukkan level permainan kami, memperlihatkan apa yang bisa kami lakukan, dan mengetahui apa yang masih perlu diperbaiki. Setelah pertandingan ini, kami juga akan mengetahui banyak hal," ujar Flick.
"Ini hanya satu pertandingan melawan tim yang luar biasa dengan pelatih hebat seperti Luis Enrique. Mereka memiliki kematangan yang lebih baik daripada kami. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka berkembang bersama sebagai sebuah tim, dan apa yang telah mereka capai bersama sungguh luar biasa," tegas Flick, menyoroti konsistensi PSG.
Barcelona tidak datang dengan kondisi skuad yang sepenuhnya ideal, menghadapi badai cedera di lini belakang. Andreas Christensen, Jules Kounde, dan Eric Garcia dipastikan absen, sementara Gerard Martin masih diragukan tampil setelah mengalami benturan dalam pertandingan melawan Real Betis.
Di sisi lain, ada kabar baik dengan potensi tampilnya Raphinha sejak menit pertama setelah kembali dari cedera hamstring sebagai pemain pengganti pada akhir pekan. Flick juga memiliki sejumlah opsi untuk mengisi posisi bek tengah, dengan Pau Cubarsi menjadi satu-satunya pemain murni di posisi tersebut yang dipastikan tersedia.
"Rodri bisa bermain di posisi itu, begitu juga Frenkie de Jong, dan Alex Campos juga bersama kami dari tim B," kata Flick, memaparkan solusi daruratnya.
"Saya tetap optimistis dan berharap semuanya berjalan baik. Ini bukan situasi terbaik bagi kami, tetapi kami harus menerimanya dan berjuang keras," pungkas Flick, menunjukkan semangat juang di tengah keterbatasan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor










