Harga Bitcoin dan Emas Melonjak Akibat Tekanan Pasar Obligasi Amerika Serikat

Harga Bitcoin dan emas mencatat lonjakan signifikan secara bersamaan pada akhir Agustus 2026. Fenomena ini dipicu oleh tekanan hebat di pasar obligasi Amerika Serikat yang memaksa para investor mencari aset alternatif sebagai lindung nilai.
Kondisi pasar keuangan global saat ini bereaksi keras terhadap kegagalan Departemen Keuangan Amerika Serikat dalam mengendalikan biaya utang negara. Mereka berupaya melakukan program pembelian kembali obligasi, namun dampaknya dinilai kurang efektif bagi pasar.
Skala program buyback tersebut dianggap terlalu kecil jika dibandingkan dengan akumulasi utang Amerika Serikat yang kini telah menembus angka US$ 40 triliun, atau setara dengan Rp648.000 triliun.
Baca Juga:
- Konflik Arab Saudi Houthi Memanas, Bayang-Bayang Perang Baru di Timur Tengah
- Koleksi Emas Zaman Perunggu di Museum Villena Spanyol Raib Dirampok
- Harga Token Ethena Melonjak berkat Rencana Buyback dan Restrukturisasi Modal
Kekhawatiran investor terhadap nilai mata uang dolar yang terus tertekan akibat aksi jual surat utang Treasury Amerika Serikat menjadi katalis utama perpindahan modal. Obligasi Treasury merupakan surat utang negara yang diterbitkan pemerintah Amerika Serikat sebagai instrumen investasi dengan risiko rendah.
Lembaga analisis Pluang merespons tren ini dengan mempertahankan proyeksi harga emas di level US$ 5.200 per troy ons. Mereka juga mematok target harga Bitcoin pada kisaran US$ 100.000 untuk jangka waktu 12 bulan mendatang.
Kepala Riset Pluang, Jason Gozali, memberikan catatan khusus bagi pelaku pasar terkait volatilitas aset kripto. Ia menekankan bahwa investor tetap harus waspada terhadap pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.
Sebagian reli pada aset kripto terbesar dunia ini ditopang oleh likuidasi posisi short para pedagang. Hal tersebut membuat dorongan kenaikan harga berpotensi hanya bersifat sementara di pasar kripto global.
Data pasar mencatat Bitcoin sempat menguat sebesar 1,5 persen ke level US$ 78.980,4 setelah sebelumnya menyentuh titik tertinggi harian di angka US$ 79.975,8. Kenaikan mingguan sebesar 22,6 persen ini menjadi performa terbaik aset tersebut sejak Maret 2023.
Kebangkitan pasar kripto juga didukung oleh aliran dana institusi besar yang mulai masuk ke aset digital secara masif. Selain itu, perkembangan regulasi di Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif bagi para investor ritel maupun institusi.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya telah memberikan imbauan agar Kongres segera meloloskan Clarity Act. Undang-undang ini dirancang untuk memberikan kerangka hukum yang lebih jelas bagi seluruh ekosistem industri kripto di negara tersebut.
Emas sebagai instrumen investasi tradisional juga mencatatkan rekor baru sepanjang bulan Agustus 2026. Logam mulia ini menutup bulan dengan lonjakan harga mencapai 15 persen ke level US$ 4.651 per troy ons.
Angka kenaikan tersebut menjadikan Agustus sebagai bulan dengan performa terbaik bagi emas sejak tahun 1999. Para analis pasar terus memantau apakah reli ini akan bertahan seiring dengan perkembangan kebijakan moneter di Washington dalam beberapa pekan ke depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











