Konflik Arab Saudi Houthi Memanas, Bayang-Bayang Perang Baru di Timur Tengah

Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok milisi Houthi di Yaman kini berada di ambang konfrontasi militer yang berisiko memicu perang baru di Timur Tengah. Serangan beruntun kelompok Houthi terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah memaksa Riyadh mempertimbangkan kembali opsi militer yang sempat mereka hindari.
Sejumlah analis menilai eskalasi terbaru ini berpotensi merusak proses perdamaian Yaman yang telah diupayakan selama beberapa tahun terakhir.
Kelompok Houthi, yang didukung oleh Iran, meningkatkan intensitas serangan mereka dengan menggunakan pesawat tanpa awak dan rudal. Tindakan ini memicu reaksi keras dari koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah perairan tersebut. Riyadh kini berada dalam posisi dilematis karena harus melindungi wilayahnya sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Baca Juga:
- WNA Prancis Konten Kreator Asusila di Bali Resmi Dideportasi
- Tegang! Iran Bersumpah Balas Sanksi AS dengan Nuklir & Minyak
- Gudang Raksasa E-commerce Rusia Diserang Drone Ukraina Lagi
Laut Merah merupakan jalur perdagangan global yang sangat vital, mengalirkan sekitar 12 persen lalu lintas maritim dunia setiap tahunnya. Gangguan di kawasan ini memaksa perusahaan pelayaran internasional memutar arah melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan.
“Situasi ini memaksa Arab Saudi bersiap menghadapi skenario terburuk jika jalur diplomatik gagal meredam aksi militer Houthi,” ujar pengamat hubungan internasional Timur Tengah, Faisal Al-Rasyid.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)
















