Harga Bitcoin Dekati 84.000 Dollar AS di Tengah Tekanan Saham Teknologi

Harga Bitcoin terus menunjukkan ketahanan dengan mendekati level psikologis 84.000 dollar AS di tengah fluktuasi pasar global yang cukup dinamis. Aset kripto terbesar ini tetap berada pada tren positif meskipun bursa saham Amerika Serikat sempat tertekan oleh aksi jual sektor teknologi di Korea Selatan.
Berdasarkan data perdagangan dari TradingView, Bitcoin bergerak di kisaran 83.800 dollar AS atau sekitar Rp1,33 miliar saat sesi perdagangan Wall Street dibuka pada Selasa malam.
Penguatan ini terjadi saat indeks saham di New York berusaha bangkit dari sentimen negatif yang datang dari kawasan Asia. Indeks KOSPI di Korea Selatan, yang merupakan acuan utama pasar modal di Seoul, anjlok hingga 7,4 persen dalam dua hari perdagangan terakhir. Penurunan tersebut dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap tingginya biaya pengembangan kecerdasan buatan serta persaingan ketat dari produsen cip asal China.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi sempat dibuka di zona merah. Namun, kedua indeks tersebut perlahan memangkas kerugian dan mulai menunjukkan tanda pemulihan meski masih terkoreksi tipis di bawah 0,5 persen.
Ketidakpastian di pasar saham global sering kali menjadi ujian bagi likuiditas aset berisiko termasuk mata uang kripto.
Strategis portofolio dari Wilson Asset Management di Sydney, Damien Boey, menjelaskan bahwa perkembangan paling berdampak saat ini bukan sekadar kenaikan imbal hasil obligasi. Ia menekankan bahwa volatilitas obligasi mulai memengaruhi penetapan harga aset di seluruh instrumen keuangan. Fenomena ini menciptakan tantangan tambahan bagi para investor yang sedang mencari kepastian di tengah kondisi ekonomi makro yang tidak menentu.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor














