Harga Buyback Emas Antam Turun Rp10.000 Menjadi Rp2.379.000 Per Gram

Harga buyback emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami koreksi pada perdagangan hari Selasa, 20 Oktober 2026.
Data terbaru dari Logam Mulia menunjukkan harga pembelian kembali turun sebesar Rp10.000 menjadi Rp2.379.000 per gram. Penyesuaian ini menjadi referensi bagi investor yang hendak mencairkan aset logam mulia mereka menjadi dana tunai.
Penting bagi investor untuk membedakan antara harga jual konsumen dengan harga buyback. Harga buyback adalah nilai yang ditetapkan perusahaan saat membeli kembali emas dari tangan pemilik, bukan harga saat masyarakat melakukan pembelian di butik emas.
Secara teknis, angka Rp2.379.000 per gram tersebut merupakan nilai kotor sebelum dipotong pajak atau biaya administrasi lainnya. Jika pemilik memiliki emas seberat 5 gram, maka nilai kotor yang didapatkan mencapai Rp11.895.000.
Jumlah bersih yang diterima nasabah sering kali lebih rendah dari nilai kotor tersebut. Hal ini terjadi karena adanya ketentuan pajak penghasilan yang diatur dalam peraturan pemerintah terkait transaksi logam mulia.
Fluktuasi harga emas harian merupakan fenomena umum dalam pasar komoditas global. Pergerakan ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi makro serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Investor tidak perlu panik menanggapi penurunan harga sebesar Rp10.000 per gram tersebut. Kerugian atau keuntungan investasi sebenarnya ditentukan oleh selisih antara harga beli awal dengan harga jual saat ini, bukan sekadar pergerakan harian.
Bagi masyarakat awam, emas batangan sering dipandang sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven. Emas berfungsi menjaga daya beli aset dari inflasi jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Sebelum melakukan transaksi penjualan, pemilik emas disarankan mengecek kembali situs resmi Logam Mulia. Pastikan juga membawa bukti kepemilikan atau sertifikat asli agar proses verifikasi di gerai resmi dapat berjalan lancar.
Sertifikat emas merupakan elemen krusial yang menentukan harga jual kembali. Emas yang tidak disertai sertifikat lengkap biasanya akan dihargai lebih rendah oleh pihak penyedia atau toko emas pada umumnya.
Analisis tren harga secara historis membantu investor menentukan waktu terbaik untuk melepas aset. Dengan memperhatikan pola pergerakan harga, pemilik emas dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sasaran.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor











