Harga iPhone Duo di India Tembus Rp 85 Juta, Apple Beberkan Alasannya

Apple menetapkan harga yang tergolong tinggi untuk jajaran iPhone terbaru di pasar India. Varian tertinggi dari iPhone Duo kini dibanderol mencapai 449.900 Rupee India atau setara dengan Rp 85 juta.
Perangkat lipat pertama besutan perusahaan asal Cupertino ini mulai ditawarkan dari harga 299.900 Rupee India atau sekitar Rp 56,7 juta untuk varian memori 256 GB. Konsumen di India sudah bisa memulai proses pemesanan awal sejak 16 Oktober sebelum produk tersedia secara resmi di pasar pada 23 Oktober mendatang.
Kenaikan harga yang cukup signifikan juga dirasakan pada seri konvensional seperti iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Sebagai perbandingan, model Pro standar kini dilepas mulai dari 164.900 Rupee India atau sekitar Rp 31,2 juta.
Varian tertinggi untuk iPhone 18 Pro dengan kapasitas penyimpanan 2 TB bahkan menyentuh angka 314.900 Rupee India atau sekitar Rp 59,6 juta. Untuk tipe Pro Max, harga yang ditetapkan berada pada rentang 179.900 Rupee India atau setara Rp 34 juta hingga 329.900 Rupee India atau Rp 62,4 juta.
Lonjakan harga ini mencatatkan kenaikan sekitar 20 hingga 22 persen jika dibandingkan dengan generasi pendahulunya. Tahun lalu, iPhone 17 Pro dengan kapasitas 256 GB dipasarkan di angka 134.900 Rupee India atau sekitar Rp 25 juta pada masa penawaran perdana.
Skema pajak impor berlapis menjadi faktor utama yang memicu melambungnya harga jual di negara tersebut. Direktur Riset Counterpoint Research, Tarun Pathak, menjelaskan bahwa bea masuk berkontribusi sebesar 17 persen dari total harga jual, ditambah dengan pajak barang dan jasa sebesar 18 persen.
Selain masalah pajak, fluktuasi nilai tukar mata uang Rupee juga menambah beban biaya sebesar 5 hingga 6 persen. Seluruh akumulasi komponen pembiayaan ini membuat harga perangkat membengkak lebih dari 40 persen di atas tarif dasar, bahkan sebelum Apple menambahkan margin keuntungan perusahaan.
Sebagai perbandingan, iPhone Duo di pasar Amerika Serikat hanya ditawarkan seharga 1.999 dollar AS atau setara dengan Rp 36 juta. Perbedaan harga yang sangat kontras ini terjadi karena unit ponsel untuk pasar India masih didatangkan secara utuh melalui jalur impor, berbeda dengan iPhone 18 Pro yang sudah diproduksi di fasilitas perakitan lokal.
Faktor lain yang memicu kenaikan harga tahun ini terletak pada kelangkaan komponen memori berkecepatan tinggi atau high-bandwidth memory (HBM). CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan bahwa pasar chip memori sedang mengalami gejolak yang luar biasa.
Prioritas industri manufaktur chip yang kini beralih mendukung kebutuhan pusat data kecerdasan buatan atau AI menyebabkan pasokan RAM menyempit. Situasi ini memaksa berbagai produsen teknologi kelas atas untuk bersaing ketat demi mengamankan ketersediaan komponen utama tersebut.
Tekanan harga akibat rantai pasok yang terbatas juga dirasakan oleh para pesaing Apple di pasar India. Google misalnya, telah menaikkan harga Pixel 11 menjadi 899 dollar AS atau sekitar Rp 16,2 juta, sementara Samsung mematok Galaxy Z Fold 8 Ultra di angka 200.000 Rupee India atau sekitar Rp 37,8 juta.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor











