Hasil Imbang Juventus vs AC Milan, Ruben Amorim Akui Rossoneri Belum Sempurna

Hasil imbang 1-1 antara Juventus dan AC Milan pada pekan ketiga Serie A menyisakan catatan kritis bagi pelatih Rossoneri, Ruben Amorim. Duel sengit di Stadion Allianz, Turin, Senin (7/9/2026) dini hari WIB, memaksa kedua tim harus berbagi angka setelah gol pembuka dari Alphadjo Cisse dibalas oleh sundulan Federico Gatti di masa injury time.
Amorim dengan berani menyebut timnya tidak layak keluar sebagai pemenang dalam laga tersebut. Ia bahkan memberikan apresiasi bagi Juventus dengan mengatakan bahwa tim tuan rumah juga tidak pantas menelan kekalahan dalam pertemuan tersebut.
Permainan AC Milan memang terlihat kurang tajam sejak menit awal. Sebelum Cisse memecah kebuntuan melalui tembakan silang yang melewati sela kaki Pierre Kalulu, Milan sempat berada di bawah tekanan besar dari serangkaian serangan Juventus.
Kiper Milan, Mike Maignan, tampil sebagai penyelamat saat berhasil menepis peluang emas Francisco Conceicao. Sial bagi Si Nyonya Tua, julukan bagi Juventus, sebuah upaya lainnya harus membentur tiang gawang yang menjaga skor tetap kacamata hingga babak pertama usai.
Amorim menggarisbawahi masalah fundamental dalam penguasaan bola yang kerap hilang dengan mudah. Ia merasa para pemainnya gagal mengeksekusi operan sederhana dengan akurat, sebuah elemen dasar yang seharusnya menjadi modal utama dalam taktik yang ia terapkan.
“Saat kami tidak menguasai bola, tim ini terlihat sangat menderita. Kami memang bertahan cukup solid ketika Juventus menumpuk pemain depan, namun transisi mereka saat merebut bola membuat kami sering berada dalam bahaya,” ungkap pelatih yang pernah menangani Manchester United tersebut.
Stadion Allianz merupakan markas bagi Juventus, salah satu klub paling sukses di Italia yang bermarkas di Turin. Pertandingan di stadion ini kerap memberikan tekanan mental tersendiri bagi tim tamu karena dukungan suporter yang sangat masif.
Hasil imbang ini sekaligus memutus tren kemenangan 100 persen yang sebelumnya dicatatkan oleh kedua tim pada awal musim Serie A 2026/2027. Meski kecewa dengan performa anak asuhnya, Amorim memastikan bahwa filosofi permainannya tidak akan berubah hanya karena satu pertandingan.
Ia menuntut para pemainnya untuk tampil lebih berani dan banyak bergerak saat memegang bola di pertandingan berikutnya. Bagi Amorim, keberanian untuk menguasai bola adalah kunci untuk meraih hasil maksimal di kancah Liga Italia.
Debut Diego Moreira dalam pertandingan tersebut menjadi catatan tambahan bagi sang pelatih. Sementara itu, gelandang Adrien Rabiot mendapat sorotan karena dianggap tampil kurang efektif dibanding penampilan apiknya saat masuk sebagai pemain pengganti di dua laga awal.
Meskipun hasil akhir terasa kurang memuaskan, Amorim menolak untuk bersikap terlalu keras terhadap para pemainnya. Ia menyadari bahwa menghadapi lawan sekelas Juventus di stadion besar membutuhkan proses adaptasi yang tidak instan bagi tim yang sedang dalam masa transisi.
“Terkadang saya menginginkan segalanya berjalan dengan sempurna dalam waktu singkat. Meski hari ini belum memenuhi ekspektasi, kami sudah sangat dekat untuk membawa pulang tiga poin dari Turin,” tutupnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor
















