IHSG Rebound 1,39 Persen Meski Ada Aksi Demonstrasi di Depan Gedung DPR RI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,39 persen ke level 6.494,55 pada perdagangan sesi kedua, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kenaikan ini menjadi momentum pemulihan setelah pada sesi sebelumnya indeks sempat terkoreksi sebesar 1,48 persen. Kondisi pasar tetap bergairah meskipun suasana di luar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sedang diramaikan oleh aksi demonstrasi massa.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai hingga pukul 13.53 WIB. Tercatat 529 saham mengalami penguatan, sementara 137 saham melemah dan 297 lainnya cenderung stagnan. Total nilai transaksi hari itu menyentuh Rp7,66 triliun dengan volume perdagangan mencapai 19,96 miliar saham.
Baca Juga:
- Swayasa Prakarsa, Produsen Kesehatan Afiliasi UGM, Patok Harga IPO Rp130-Rp140
- Swayasa Prakarsa, Afiliasi UGM, Mulai Penawaran IPO Saham Rp130-Rp140
- Misteri Tuyul Tak Mampu Tembus Bank: Jejak Sejarah Kolonial
Seluruh sektor saham kompak berada di zona hijau pada penutupan sesi tersebut. Sektor barang konsumer non-primer memimpin kenaikan dengan lonjakan mencapai 2,60 persen, disusul sektor utilitas sebesar 2,30 persen dan sektor kesehatan dengan kenaikan 2,27 persen.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big cap turut memberikan kontribusi krusial dalam menjaga laju indeks. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi penyumbang poin terbesar sebesar 6,40 poin, diikuti oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan 4,76 poin dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan 4,70 poin.
Di sisi lain, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp264,31 miliar di seluruh pasar saham Indonesia. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai Rp145,98 miliar, disusul saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan nilai Rp127,57 miliar.
Kendati demikian, arus modal asing tetap masuk pada beberapa emiten tertentu. Investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih atau net buy pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp28,42 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp21,18 miliar.
Sentimen positif pasar rupanya dipicu oleh komitmen DPR dalam membahas RUU Perampasan Aset yang sempat memicu perdebatan. Respons pelaku pasar terhadap aksi damai di depan gedung dewan justru terlihat lebih optimis dibandingkan kekhawatiran terhadap isu keamanan dalam negeri.
Seorang analis dari Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa secara teknikal IHSG berhasil ditutup di atas level MA5. Histogram MACD pun tetap berada di teritori positif, meskipun indikator Stochastic RSI memberikan sinyal potensi pergerakan sideways di kisaran 6.450 hingga 6.580 untuk sisa hari perdagangan.
Beralih ke pasar valuta asing, pergerakan mata uang rupiah terpantau melemah 0,11 persen ke level Rp17.744 per dolar AS pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026. Pelemahan ini terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS di pasar global dan kecenderungan mata uang Asia Pasifik yang melemah.
Meski mata uang tertekan, indeks saham tetap menunjukkan ketahanan. Pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, IHSG tercatat menguat 0,22 persen ke posisi 6.535,72, sementara Indeks LQ45 naik sebesar 0,31 persen ke level 643,06.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor














