
Perusahaan dompet perangkat keras (hardware wallet) terkemuka, Ledger, mengumumkan detil mengerikan mengenai bagaimana implan berbahaya yang disematkan pada perangkat yang dijual oleh CryptoBilis berhasil mengekstrak frasa pemulihan (recovery phrases) milik penggunanya. Temuan ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk penghentian penjualan oleh CryptoBilis dan pemutusan hubungan dagang oleh produsen dompet pesaing seperti Trezor dan OneKey.
Ledger Donjon, tim riset keamanan internal Ledger, mengungkap bahwa implan tersebut memanfaatkan mikrokontroler untuk mendekode frasa pemulihan 24 kata yang ditampilkan pengguna saat proses pengaturan awal. Data sensitif ini kemudian ditransmisikan melalui jaringan seluler LTE menggunakan kartu SIM terintegrasi (eSIM). Ledger menegaskan bahwa implan ini tidak mengkompromikan chip keamanan perangkat maupun mengubah rincian transaksi.
Kasus ini pertama kali mencuat pada hari Jumat lalu, menyusul laporan kerugian kripto yang melibatkan perangkat Ledger yang dibeli melalui CryptoBilis. Perusahaan tersebut terdaftar sebagai reseller resmi di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Ledger pada Sabtu membenarkan bahwa salah satu perangkat yang terpengaruh memang berisi implan yang tidak sah. Estimasi kerugian akibat insiden ini diperkirakan bisa mencapai lebih dari USD 86 juta (sekitar Rp1,3 triliun), bahkan ada sumber yang menyebut angkanya bisa menembus USD 103 juta (sekitar Rp1,6 triliun). Namun, Ledger belum mengonfirmasi angka kerugian totalnya.
Lebih dari 8 juta dompet perangkat keras telah terjual oleh Ledger. Perangkat ini dirancang untuk menyimpan kunci privat pengguna secara offline dan memungkinkan mereka menyetujui transaksi langsung pada perangkat.
Ledger mengimbau pengguna yang mencurigai adanya manipulasi pada perangkat mereka untuk segera menghubungi tim dukungan pelanggan dan mengajukan laporan kepolisian. Bagi pelanggan yang membeli perangkat dari sumber lain dan memiliki kekhawatiran serupa, Ledger menyediakan panduan inspeksi. Panduan tersebut juga memperingatkan bahwa membuka perangkat dapat menyebabkannya rusak dan menyarankan pengguna untuk mencadangkan frasa pemulihan mereka terlebih dahulu.
Meskipun kerugian yang terkonfirmasi sejauh ini melibatkan perangkat yang dijual oleh CryptoBilis, Ledger menyatakan bahwa mereka tetap melakukan investigasi terhadap laporan lain yang mungkin terkait, di luar lingkup reseller tersebut. Hal ini menunjukkan potensi penyebaran masalah yang lebih luas.
Dalam perkembangan terpisah, seorang pengguna di platform X memposting foto dua perangkat Ledger yang ia klaim dibeli dari toko berbeda di MediaMarkt, sebuah jaringan elektronik konsumen ternama di Eropa. Ia mengaku menemukan implan pada kedua perangkat tersebut. Hingga kini, Ledger belum mengonfirmasi apakah laporan dari Eropa ini memiliki kaitan dengan insiden CryptoBilis.
Menanggapi situasi ini, CryptoBilis mengumumkan melalui postingan di X pada hari Sabtu bahwa mereka telah menangguhkan penjualan dan pengiriman seluruh merek dompet perangkat keras di Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Langkah ini merupakan perluasan dari penghentian sebelumnya yang hanya terbatas pada perangkat Ledger.
Reseller tersebut juga sementara waktu menutup toko fisiknya dan menyatakan sedang meninjau kembali seluruh proses operasionalnya dengan bantuan para spesialis independen. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pelanggan dan mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Trezor, salah satu produsen dompet perangkat keras terkemuka lainnya, menyatakan pada hari Senin bahwa mereka belum menerima laporan adanya perangkat Trezor yang dimanipulasi melalui CryptoBilis dan tidak menemukan indikasi bahwa produk mereka terpengaruh. Meski demikian, Trezor mengambil langkah tegas dengan mencabut CryptoBilis dari jaringan reseller resminya. Keputusan ini mencerminkan standar keamanan yang tinggi dan komitmen Trezor untuk melindungi penggunanya.
OneKey juga melaporkan tidak ada kerugian pengguna yang terkait dengan insiden ini, namun perusahaan tersebut juga mengakhiri otorisasi reseller CryptoBilis. Lebih lanjut, OneKey menangguhkan proses perekrutan reseller baru dan memulai peninjauan menyeluruh terhadap jaringan distribusinya yang sudah ada. Sebagai bentuk kompensasi dan jaminan, OneKey menawarkan penggantian perangkat gratis bagi pelanggan yang membeli perangkat dari CryptoBilis antara tanggal 1 Maret hingga 12 Oktober 2026, dengan periode pendaftaran hingga 31 Desember.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor