INACA Desak Pemerintah Percepat Penanganan Gangguan Penerbangan akibat Karhutla

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia mendesak pemerintah untuk segera mempercepat penanganan gangguan penerbangan akibat karhutla yang terus meluas di sejumlah wilayah udara nasional. Masalah kabut asap ini dinilai mulai mengancam konektivitas transportasi udara dan mengganggu stabilitas pertumbuhan ekonomi domestik.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia, Denon Prawiraatmadja, mengapresiasi gerak cepat instansi terkait, namun ia meminta adanya langkah taktis yang lebih progresif di lapangan.
Bencana kabut asap secara langsung membatasi jarak pandang pilot di sekitar landasan pacu secara drastis. Kondisi ini menyulitkan petugas pemandu lalu lintas udara dalam mengatur jarak aman pemisahan antarpesawat. Akibatnya, maskapai terpaksa melakukan penundaan jadwal, pengalihan pendaratan, hingga pembatalan penerbangan demi keselamatan penumpang.
Baca Juga:
- Rektor Unsoed Terjaring OTT KPK, DPR Panggil Kemendiktisaintek
- Menko Yusril Bantah Pemerintah Bekukan Rekening Aktivis Pati
- Eks PM Malaysia Ismail Sabri Didakwa Kasus Harta Tersembunyi
Selain kendala navigasi visual, partikel debu halus dan abu sisa kebakaran berisiko tinggi menyumbat sistem tabung pitot statis yang berfungsi mengukur kecepatan udara pesawat. Jika partikel tajam ini terisap masuk ke dalam ruang bakar mesin jet, kerusakan struktural yang fatal bisa terjadi seketika.
"Penumpang akan mengalami kerugian besar jika terjadi keterlambatan jadwal terbang secara beruntun," ujar Denon.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor














