Inggris Berencana Larang Penggunaan Speaker Ponsel di Transportasi Umum

Pemerintah Inggris kini tengah menggodok aturan ketat mengenai etika penggunaan perangkat elektronik di ruang publik.
Perdana Menteri Andy Burnham meluncurkan kampanye nasional untuk melarang penumpang mendengarkan musik atau menonton video tanpa menggunakan alat bantu dengar, seperti headphone atau earphone, saat berada di dalam angkutan umum. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat terkait polusi suara yang dianggap mengganggu kenyamanan perjalanan.
Sikap tegas ini didorong oleh laporan dari berbagai operator kereta api mengenai gesekan antarpenumpang yang sering dipicu oleh suara bising dari ponsel orang lain.
Transportasi publik di Inggris, khususnya kereta api, memiliki aturan tidak tertulis mengenai ketenangan, namun tingkat pelanggaran terhadap norma ini meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Banyak penumpang merasa terganggu ketika seseorang dengan sengaja memutar konten audio dengan volume tinggi di gerbong yang seharusnya memberikan ketenangan bagi komuter yang lelah bekerja.
Dalam survei kecil yang dilakukan di London, banyak pengguna jasa transportasi menyambut baik rencana tersebut.
Seorang komuter harian, Sarah, menyatakan bahwa perjalanan panjang di kereta seharusnya menjadi waktu bagi setiap orang untuk beristirahat dengan tenang tanpa gangguan audio dari orang lain. Menurutnya, aturan ini akan menciptakan ekosistem perjalanan yang lebih menghargai ruang pribadi setiap individu di tempat terbuka.
Namun, pihak otoritas transportasi menghadapi tantangan besar terkait teknis penegakan aturan di lapangan.
Menghadapi ribuan penumpang setiap jam, para petugas di lapangan mengaku akan kesulitan jika harus menindak satu per satu pelanggar yang memutar musik lewat speaker ponsel. Kritikus berpendapat bahwa pendekatan edukasi mungkin lebih efektif daripada sekadar pemberian sanksi denda yang berpotensi memicu perdebatan panjang di dalam gerbong kereta.
Konteks budaya di Inggris memang sangat menjunjung tinggi privasi dan ketenangan di ruang publik.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor












