Inter Milan Ditekuk Club Brugge, Cristian Chivu Siap Bertanggung Jawab

Kekalahan menyakitkan harus ditelan Inter Milan saat menjamu Club Brugge dalam laga lanjutan Liga Champions di San Siro, Rabu (14/10/2026).
Skuad asuhan Cristian Chivu menyerah dengan skor tipis 3-4 setelah melewati drama tujuh gol yang menguras emosi para pendukung setia Nerazzurri di markas sendiri. Hasil minor ini sekaligus memperpanjang catatan buruk Inter Milan di panggung sepak bola paling bergengsi Eropa tersebut.
Cristian Chivu secara terbuka menyebut rekor timnya yang menelan tujuh kekalahan dari delapan laga terakhir di kompetisi ini sebagai tren yang mengkhawatirkan. Performa tim tampak tidak konsisten meski sempat memberikan perlawanan sengit sejak menit awal pertandingan dimulai.
Inter Milan sempat membalas gol lewat aksi impresif Lautaro Martinez yang mencetak dua gol serta satu tembakan melengkung dari Ange-Yoan Bonny. Namun, hattrick luar biasa dari Nicolo Tresoldi memastikan poin penuh bagi tim tamu yang tampil lebih efektif sepanjang laga.
Seusai pertandingan, Chivu mengakui timnya kehilangan kontrol permainan akibat rasa frustrasi yang melanda para pemain setelah skor kedudukan berubah. Koordinasi antar lini mulai berantakan, khususnya ketika memasuki paruh kedua saat mereka berupaya mengejar ketertinggalan.
Organisasi permainan Inter Milan memang menjadi sorotan tajam sepanjang musim ini karena dinilai terlalu rapuh saat mendapatkan tekanan. Benteng pertahanan mereka telah kebobolan 14 gol hanya dalam delapan pertandingan awal di Serie A dan Liga Champions secara akumulatif.
Chivu menegaskan evaluasi mendalam akan segera dilakukan oleh jajaran pelatih demi menutup celah fatal tersebut. Kegagalan menjaga jarak antar lini dan ketidaksiapan dalam mengantisipasi transisi cepat lawan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Sebagai juru taktik, Cristian Chivu memilih pasang badan dan bertanggung jawab penuh atas rentetan hasil negatif yang menimpa tim asuhannya. Ia menjadi sosok pertama yang menyadari bahwa kegagalan tersebut berakar pada aspek mental dan ketenangan tim.
Saya orang pertama yang bertanggung jawab karena mungkin belum bisa memberikan ketenangan dan keseimbangan yang tepat sebelum pertandingan dimulai, ujar Chivu kepada Sky Sport Italia. Di level Liga Champions, intensitas laga sangat berbeda dan detail kecil seringkali menentukan hasil akhir di lapangan.
Meski peluang untuk lolos ke babak berikutnya semakin berat, Chivu meminta anak asuhnya untuk tetap menjaga optimisme tinggi. Masih ada enam laga tersisa di fase grup yang akan menjadi pembuktian bagi disiplin dan ketenangan permainan mereka ke depan.
Perlu diketahui, Liga Champions merupakan kompetisi antarklub Eropa paling prestisius yang mempertemukan juara liga domestik serta tim papan atas dari negara-negara anggota UEFA. Bagi Inter Milan, kegagalan di laga ini memberikan tantangan besar untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen grup demi menjaga asa tetap hidup di turnamen.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor








