Inter Milan Tumbang di Kandang Real Madrid pada Laga Perdana Liga Champions

Inter Milan menelan kekalahan pahit 1-2 saat melawat ke markas Real Madrid dalam laga pembuka Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.
Hasil minor ini memaksa anak asuh Cristian Chivu pulang dengan tangan hampa. Klub asal Italia tersebut harus merelakan poin penuh bagi tim tuan rumah setelah lini pertahanan mereka lengah di awal pertandingan.
Gawang Inter Milan jebol dua kali hanya dalam kurun waktu 23 menit pertama. Kesalahan koordinasi di barisan belakang menjadi biang kerok yang dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang Madrid.
Meski tertinggal lebih dulu, Nerazzurri tidak lantas menyerah begitu saja di depan ribuan pendukung lawan. Mereka berhasil mendominasi jalannya permainan dengan mencatatkan 61 persen penguasaan bola sepanjang laga.
Agresivitas Inter terlihat dari catatan statistik serangan mereka yang cukup impresif. Skuad asuhan Chivu tercatat melepaskan 19 kali percobaan ke arah gawang Thibaut Courtois.
Duel di Madrid menjadi panggung adu ketangkasan bagi dua penjaga gawang kawakan. Kiper Inter, Josep Martinez, mencatatkan enam penyelamatan gemilang untuk menjaga asa timnya tetap hidup.
Thibaut Courtois juga tampil impresif di bawah mistar gawang Real Madrid. Penjaga gawang asal Belgia tersebut mampu mematahkan serangkaian gempuran beruntun dari para penyerang Inter Milan yang tampil menekan di babak kedua.
Lautaro Martinez, kapten sekaligus ujung tombak Inter, mengaku tetap bangga dengan daya juang rekan-rekannya di lapangan. Ia merasa timnya telah menunjukkan level permainan yang tinggi meski harus berhadapan dengan tim kelas dunia.
"Kami pulang dari sini dengan kepala tegak karena kami bermain di level tinggi melawan tim yang hebat," ungkap Lautaro seusai pertandingan.
Penyerang asal Argentina itu secara terbuka memberikan apresiasi atas performa Courtois yang sulit ditembus. Ia menilai sang kiper lawan membuktikan statusnya sebagai salah satu yang terbaik di dunia saat ini.
Selain memuji lawan, Lautaro juga menekankan pentingnya evaluasi bagi timnya. Ia menyoroti aspek penyelesaian akhir yang masih perlu dibenahi agar mereka lebih efisien di depan gawang lawan.
Menurutnya, kekalahan ini bukanlah akhir dari segalanya bagi Nerazzurri di pentas Eropa. Kompetisi Liga Champions musim ini masih berada di fase awal sehingga setiap tim masih memiliki peluang besar untuk bangkit.
"Kami harus memperbaiki detail, karena ini adalah pertandingan pertama. Jalan masih panjang dan kami harus menang di pertandingan berikutnya," ujar Lautaro menutup pembicaraan.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Chivu dalam meracik strategi untuk laga-laga selanjutnya. Fokus utama tim kini beralih pada perbaikan organisasi pertahanan dan ketajaman lini serang sebelum jadwal pertandingan berikutnya bergulir.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor














